Senin, 23 September 19

Megawati Sang Superstar

Megawati Sang Superstar
* Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. (Foto: Twitter @PDI_Perjuangan)

Tragedi Berdarah 27 Juli 1996

Soeharto menyadari Megawati tidak bisa disetir. Untuk itu berbagai cara dilakukan menggulingkan Megawati. Pemerintah menciptakan konflik di internal PDI, mengadu domba kubu Megawati dengan kubu Soerjadi. Pemerintah tak mengakui kepemimpinan Megawati dan mengizinkan digelarnya Kongres PDI tandingan di Medan, Sumatera Utara, 22-22 Juni 1996 yang diadakan kubu Soerjadi. Dalam Kongres PDI di Medan yang dihadiri Menteri Dalam Negeri Yogie S. Memet tersebut, Soerjadi terpilih menjadi Ketua Umum.

Pemerintah merestui PDI dipimpin Soerjadi, dan mencoret semua daftar calon anggota legislatif (caleg) Pemilu 1997 versi Megawati. Yang diakui pemerintah hanya daftar caleg versi Soerjadi.

Manuver rezim Soeharto itu membuat para kader dan simpatisan PDI Megawati ngamuk. Mereka tak mau mengakui kepemimpinan Soerjadi. Mereka menduduki kantor DPP PDI di Jl. Diponegoro No. 58 Menteng, Jakarta Pusat. Mereka membuat panggung demokrasi, serta berorasi menghujat pemerintah dan Soerjadi.

Tanggal 27 Juli 1996 kantor DPP PDI diserbu orang-orang tak dikenal yang didukung pemerintah. Aparat keamanan yang berada di lokasi itu membiarkan saja penyerangan tersebut. Dan terjadilah tragedi berdarah itu.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4 5 6

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.