Rabu, 8 Februari 23

MCA Jadikan Isu Penganiayaan Ulama untuk Pecah Belah Umat Islam

MCA Jadikan Isu Penganiayaan Ulama untuk Pecah Belah Umat Islam
* Komplotan Muslim Cyber Army (MCA) yang ditangkap polisi.

Bandung, Obsessionnews.com – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) menyatakan, kelompok Muslim Cyber Army atau MCA menjadikan kasus kriminal yang dialami ulama sebagai senjata utama menyebarkan berita bohong alias hoax. Tujuannya agar umat Islam terpecah belah, dan masyarakat menjadi ricuh dengan virus yang disebarkan.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Umar Surya Fana, MCA memanfaatkan foto dan berita-berita tentang kasus kriminal yang dialami Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah di Cicalengka, KH. Umar Basri dan Komandan Brigadir Persatuan Islam (Persis), R Prawoto alias Ustaz Prawoto, untuk disebarkan ke luar wilayah Jabar.

“Efek dari dua kejadian ini, iya (dikemas). MCA mungkin menemukan ini (layak di) capture nih,” kata Umar di Bandung Jawa Barat, Jumat (2/3/2018).

Setelah foto-foto itu diedit, MCA mengemas foto dan berita itu dengan menambahkan berbagai tulisan dan kalimat yang seolah-olah telah terjadi penculikan ulama dan kiai oleh PKI. Kemudian disebarkan ke media sosial.

Dari dua kejadian kriminal di Jawa Barat, MCA juga membuat mengedit foto dan video korban-korban kekerasan yang mereka dapatkan dari internet, dan menyulap foto dan video itu menjadi berita bohong yang seolah terjadi di Indonesia.

Target utama MCA kata Umar, ialah menciptakan kondisi seolah Jabar dan Indonesia sedang dalam bahaya. Terutama saat ini di Jabar  akan digelar 16 Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tingkat kota dan kabupaten, serta pemilihan gubernur.

“Apa kira-kira formula yang bagus untuk memecah belah Jawa Barat,” ujar Umar.

Diketahui, Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menyatakan delapan orang ditangkap pada awal 2018. Sementara itu, enam pelaku lain yang diduga anggota inti dari The Family MCA dicokok pada Senin, 26 Februari 2018.

Mereka masing-masing bernama Muhammad Luth (40 tahun), Rizki Surya Dharma (35 tahun), Ramdani Saputra (39 tahun), Tara Arsih Wijayani (40 tahun) dan Yuspiadin (24 tahun).

Penangkapan enam anggota yang punya pengaruh tersebut dilakukan di beberapa daerah. Terakhir, satu anggota lagi atas nama Fuad Sidiq ditangkap di Desa Cidadali, Tasikmalaya, Jabar.

Kelompok ini diduga melakukan kejahatan dengan melempar isu provokatif di media sosial. Beberapa isu krusial yang dimunculkan seperti kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI), penculikan ulama hingga penyerangan terhadap nama baik Presiden, serta tokoh-tokoh tertentu. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.