Senin, 17 Januari 22

Mayoritas Kreditur Setuju dengan Term Sheet yang Diajukan Pan Brothers

Mayoritas Kreditur Setuju dengan Term Sheet yang Diajukan Pan Brothers
* Ilustrasi kinerja perusahaan PT Pan Brothers Tbk (PRBX). (Foto: tangkapan layar/Pan Brothers)

Jakarta, obsessionnews.comPT Pan Brothers Tbk (PRBX) telah menyelesaikan pemungutan suara (voting) terhadap para kreditur dalam rangka restrukturisasi utang perusahaan. Hasil voting yang berakhir pada 7 Desember 2021 pukul 22.00 waktu Singapura tersebut memperlihatkan, mayoritas kreditur setuju dengan term sheet yang diajukan Pan Brothers.

Adapun voting yang sudah ditabulasi oleh Morrow Sodali Limited selaku information agent sebagai berikut.

Pertama, untuk Pemegang notes, sebanyak 95,75% dari jumlah notes yang telah mengikuti voting  menyetujui term sheet yang di ajukan oleh Perseroan. Sehingga sudah melewati batas minimal 75% yang diwajibkan dalam Singapore Scheme.

Kedua, untuk pemberi pinjaman sindikasi, sebanyak 100% dari jumlah hutang sindikasi yang mengikuti voting menyetujui term sheet yang di ajukan oleh Perseroan. Sehingga sudah melewati batas minimal 75% yang diwajibkan dalam Singapore Scheme.

Ketiga, untuk pemberi pinjaman bilateral aktif, sebanyak 100% dari jumlah pinjaman bilateral aktif yang telah mengikuti voting menyetujui term sheet yang di ajukan oleh Perseroan. Sehingga sudah melewati batas minimal 75% yang diwajibkan dalam Singapore Scheme.

Keempat, untuk pemberi pinjaman bilateral non-aktif, sebanyak 100% dari jumlah pinjaman bilateral non- aktif yang telah mengikuti voting menyetujui term sheet yang di ajukan oleh Perseroan. Sehingga sudah melewati batas minimal 75% yang diwajibkan dalam Singapore Scheme.

“Dengan demikian Skema telah disetujui oleh mayoritas Kreditur Skema di setiap kelas pemungutan suara sesuai dengan ketentuan Skema,” tulis Dewan Direksi PT Pan Brothers Tbk. dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/12/2021).

Skema ini tunduk pada Pengadilan Tinggi Singapura dan pemenuhan persyaratan lain dari Skema sebagaimana diatur di dalamnya. Perseroan akan segera mengajukan permohonannya ke Pengadilan Tinggi Singapura berdasarkan Bagian 71 IRDA untuk Sidang di Pengadilan Tinggi Singapura atas Skema dan akan memberi tahu Kreditur Skema tentang informasi Sidang (setelah diketahui) dan menyampaikan pemberitahuan lebih lanjut melalui Sistem Kliring, SGXNet, Situs Web Skema dan email.

Dengan dicapainya persetujuan dari mayoritas pemberi pinjaman atas term sheet yang telah diajukan, Perseroan dan Grup berharap agar proses Restukturisasi ini bisa selesai sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan.

“Sehingga kami lebih fokus pada strategi untuk memaksimalkan kapasitas produksi yang kami miliki dan memenuhi setiap permintaan dari buyer Perseroan,” ujar Dewan Direksi PT Pan Brothers.

Sebagai salah satu perusahaan garmen manufaktur terbesar di Indonesia berdasarkan kapasitas terpasang yang mempekerjakan sekitar 33.000 orang, Perseroan dan Grup berkomitmen untuk menjadi Pioneer dalam menerapkan konsep Circular Economy dalam bisnis Perseroan dalam rangka mendukung program pemerintah sehubungan dengan sustainability dan program untuk mencapai Net-Zero Emission pada 2060.

Hal ini juga sejalan dengan Visi, Misi dan Strategi Keberlanjutan Pan Brothers dan Grup yang berlandaskan pada tiga cabang (Tiga Landasan Dasar – People, Planet, Profit), untuk menciptakan nilai positif bagi semua pemangku kepentingan termasuk komunitas, lingkungan, dan bisnis itu sendiri.

Salah satu program keberlanjutan yang telah dilaksanakan oleh Perseroan dan Grup adalah melakukan instalasi solar panel pada fasilitas Perseroan dengan kapasitas sampai 2,554 kWp (kilowattpeak) di tahun 2021 ini yang dapat mereduksi kurang lebih 2.1 juta kg karbon emisi (CO2e) per tahunnya.

Program ini akan terus berlanjut hingga 2023 di mana seluruh fasilitas Perseroan diharapkan sudah menggunakan solar panel. Program keberlanjutan yang juga telah dilaksanakan Perseroan dan Grup dalam implementasi zero waste management adalah limbah kain bekas potongan yang dihasilkan oleh fasilitas produksi garmen dan tekstil didaur ulang menjadi barang yang bernilai seperti masker, sarung bantal, karpet, dan lainnya.

Target Perseroan pada 2030 untuk mengurangi separuh jumlah atau volume limbah yang dihasilkan, supaya setidaknya 75% dapat melalui proses recycle, upcycle, atau downcycle. Perseroan mendaur ulang kain bekas melalui dua upaya: recycling internal di fasilitas produksi Pan Brothers dan recycling eksternal oleh produsen pihak ketiga, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan anggota masyarakat setempat.

Bagi pihak ketiga dan masyarakat setempat, Perseroan menyediakan kain bekas tersebut secara gratis sehingga mereka dapat menjual produk daur ulang tersebut sebagai pendapatan mereka.

Perseroan dan Grup juga menghimbau dan mengajak kepada seluruh buyers atau brands yang mayoritas merupakan merek Internasional untuk bekerjasama membentuk Circular Fashion Partnership, agar dapat menggunakan kembali limbah tekstil yang telah di olah untuk membuat produk-produk garmen baru.

“Pan Brothers dan Grup berkomitmen untuk mengembangkan bisnis yang inklusif dan berkelanjutan, di mana kami menargetkan untuk penggunaan bahan baku yang berkelanjutan hingga 50% pada 2023,” pungkas Dewan Direksi PT Pan Brothers. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.