Senin, 18 November 19

Maya Miranda Ambarsari Focus, Calm, and Do The Best

Maya Miranda Ambarsari Focus, Calm, and Do The Best
* Owner Jd.Id & Co-Founder PT Merdeka Copper Gold, Tbk Maya Miranda Ambarsari. (Foto: Fikar Azmy)

Memiliki prinsip dengan membuka perusahaan sendiri lahan pekerjaan yang tercipta dapat membantu lebih banyak orang, Maya juga mempunyai moto ‘My business, my adventure’.

Sosok perempuan pebisnis tangguh dan sociopreneur patut disematkan pada nama Maya Miranda Ambarsari. Dia tidak pernah menyangka akan menjadi pengusaha yang terus jeli menemukan peluang melebarkan sayap pada berbagai macam bisnis. Beragam aktivitas yang padat seakan tak menghalanginya terus mewujudkan keinginan menjadi orang yang berguna bagi masyarakat dan sekelilingnya.

Dimulai sejak lama, lulusan Fakultas Hukum Universitas Pancasila dan Master of International Business (MIB) Swinburne University of Technology, Melbourne tersebut telah mencicipi dunia bekerja, sekaligus memperluas jaringan sejak di bangku kuliah. Saat bekerja sebagai presiden direktur di dua perusahaan bidang telekomunikasi dan advertising, bersama sang suami Andreas Reza dia mencoba merambah bisnis pertambangan mendirikan PT Merdeka Copper Gold.

Mendulang sukses, keduanya terus bersinergi melakukan ekspansi bisnis ke berbagai lini usaha. Antara lain e-commerce JD.ID, guest house Elliotti Residence, bisnis kecantikan Gorjes Salon (Wolter Mongonsidi), dan owner PT Bandara Internasional Bali Utara, mengakuisisi PT Tawu Inti Bati di bidang kilang minyak, dan PT Global Semesta Teknologi, hingga bisnis layanan parkir.

Terakhir, dia merambah dunia kesehatan dengan meresmikan Klinik Vaksinasi Perjalanan Internasional. Bekerja sama dengan dinas kesehatan, rumah sakit, travel biro, dan sebagainya.

Memiliki prinsip dengan membuka perusahaan sendiri lahan pekerjaan yang tercipta dapat membantu lebih banyak orang, Maya mempunyai moto ‘My business, My Adventure’.

Baginya prinsip dalam bekerja menangani sekian banyak usaha adalah work smart, not work hard. Meskipun, tidak memiliki latar belakang di bidang-bidang tersebut, dia justru merasa tertantang bergelut di area yang dianggap sebagai pekerjaan keras dan didominasi oleh pria.

That’s the art of business. Saya bersyukur, kami bisa mempercayakan pekerjaan pada ahlinya yang lebih paham, sehingga arus pekerjaan menjadi lebih lancar,” tutur perempuan yang sangat aktif ini.

Menurut Maya, corporate culture yang ditanamkan adalah satu kesatuan dan sistem kekeluargaan, sehingga sense of belonging-nya tinggi. Sebagai pemimpin, dia pun merasa wajib menjadi role model dengan harapan berimbas kepada para pekerja di perusahaan. Dia mempedomani ajaran Nabi Muhammad, yakni sidiq atau jujur, amanah, tabligh atau menyampaikan, dan fatonah, yaitu cerdas.

Karena ketangguhannya tersebut, kiprahnya sebagai seorang pengusaha sukses tidak hanya diakui di dalam negeri saja, tetapi juga hingga mancanegara. Hal ini dibuktikan dengan penghargaan yang berhasil diraihnya yaitu The Best Global Leader in Asia-Turkey 2018. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim seperti Indonesia, Turki melihat Indonesia sebagai pasar yang luar biasa. Saat ini dia sedang menjajaki pembangunan infrastruktur bersama Turki dengan respons positif.

Dibesarkan dalam lingkungan yang terbiasa selalu bersyukur atas apa yang diberikan Tuhan, Maya tumbuh menjadi orang yang tidak lupa berterima kasih dan senang menolong. Salah satu caranya berbagi adalah mendirikan Rumah Belajar Miranda (RBM). Tempat masyarakat umum dapat mengenyam kegiatan pendidikan. Di antaranya Taman Pengajian Alquran (TPA), PAUD dan TK, kelompok marawis, pelatihan hafidz Quran, belajar calistung, bahkan nursery. Ada pula Majelis Taklim Tuli Indonesia untuk yang memiliki keterbatasan fisik. Diperkirakan ada sekitar 800 orang yang terlibat kegiatan tersebut.

Sebagai seorang ibu, dia berpendapat perempuan tangguh adalah yang mampu multitasking, baik mengurus rumah tangga maupun bekerja membantu perekonomian keluarga. Perempuan hebat bukanlah dilihat dari karier, melainkan yang tahu bagaimana berperan dalam menjalankan hidupnya.

Kepada Women’s Obsession, penyuka dunia desain interior ini mengatakan semua yang dicapai adalah berkat doa orang tua, mertua, kakak, anak tunggal tercinta, dan tentunya suami yang fully support untuk semua kegiatannya.

“Beruntung saya memperoleh inspirasi menaburkan kebaikan kepada sesama. Saya meyakini dalam bekerja teruslah berbuat baik agar dapat memetik pahalanya. Lebih dari itu, dukungan suami pun memberikan kepercayaan dan selalu mendampingi dalam suka maupun duka. Kemudian, support dari putra saya Muhammad Khalifah Nasif yang sedang jauh menuntut ilmu di SMA Taruna Nusantara di Magelang menjadi semangat saya selama ini,“ tuturnya dengan senyuman bahagia. (Angie Diyya)

Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Women’s Obsession Edisi Agustus 2019 dengan tema “17 Perempuan Tangguh 2019”

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.