Rabu, 30 September 20

May Day, SPILN Ajak Buruh Migran Lebih Kritis

May Day, SPILN Ajak Buruh Migran Lebih Kritis

Jakarta, Obsessionnews – Serikat Pekerja Indonesia Luar Negeri (SPILN) mengajak buruh migran Indonesia (BMI) untuk merubah mindset, dari yang bersikap diam menjadi lebih kritis.

“Sudah saatnya BMI merubah dari sikap diam, pasrah dan terima. Kini harus berani, cerdas dan sejahtera,” jelas Ketua Dewan Penasehat SPILN, Iskandar Zulkarnaen, saat refleksi May Day di kantor SPILN di Tebet, Jakarta, Jumat (1/5/2015).

Iskandar menegaskan, buruh adalah kaum lemah, jika mereka tak bersatu dan kompak, maka akan mudah dibodohi. Menurutnya, banyak kasus yang menimpa BMI di luar negeri, baik yang bekerja di sektor darat maupun di sektor maritim/kelautan. Kasus-kasus yang dialami BMI, sampai sekarang masih belum tertangani dengan baik.

“Ini menunjukkan bahwa masih lemahnya sistem perlindungan yang diberikan Pemerintah terhadap BMI,” jelasnya.

Ia pun menyayangkan sikap Pemerintah yang belum tampak melindungi BMI di luar negeri. Pemerintah, katanya, sibuk mengurus kasus perbudakan Anak Buah Kapal (ABK) warga negara asing (WNA) di perairan Indonesia. Namun, pemerintah abaikan pengawasan dan perlindungan WNI yang menjadi ABK di luar negeri.

“DPR dan Pemerintah harus segera membahas RUU Perubahan Atas UU 39/2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri. Mengingat UU tersebut adalah satu dari 37 RUU Prolegnas Prioritas 2015,” tandasnya.

SPILN berharap di Hari Buruh internasional tahun 2015 ini menjadi hari dari awal kebangkitan BMI yang tersebar di seluruh pelosok dunia. Begitu pula dengan pemerintah Indonesia untuk terus memaksimalkan perlindungan terhadap WNI yang bekerja di luar negeri. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.