Senin, 24 Februari 20

Maulana Iskandar Ingin Tenis Meja Indonesia Berkembang Pesat

Maulana Iskandar Ingin Tenis Meja Indonesia Berkembang Pesat
* Direktur Operasional PT Trimuda Nuansa Citra Tbk Maulana Iskandar. Perusahaan ini bergerak di bisnis kargo dan logistik dengan brand Garuda Express Delivery (GED). (Foto: Edwin B/Obsession News)

Jakarta, Obsessionnews.comMaulana Iskandar adalah Direktur Operasional PT Trimuda Nuansa Citra Tbk. Perusahaan ini bergerak di bisnis kargo dan logistik dengan brand Garuda Express Delivery (GED).

 

Baca juga: Maulana Iskandar dari Kurir Menjadi Direktur Perusahaan Kargo GED

 

Di tengah kesibukannya bekerja Maulana selalu berusaha meluangkan waktunya berolah raga. Salah satu hobinya adalah bermain tenis meja alias pingpong. Di kalangan komunitas tenis meja ia dikenal dengan nama Adhe Betot.

Sebagai penghobi tenis meja Maulana merasa sedih dengan kondisi tenis meja nasional. Saat ini terdapat trialisme atau tiga kepengurusan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) yang mendeklarasikan kepemimpinannya melalui berbagai keputusan yang mereka pegang dan masing-masing menganggap dirinya yang paling benar.

Pegangan yang dipakai oleh mereka masing-masing selaku kepengurusan PTMSI hingga terjadi trialisme adalah: Pertama, PB PTMSI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Lukman Edi. Mengacu pada SK KONI Pusat, masa berlaku sampai dengan tahun 2020, dan memegang hasil putusan BAORI.

Kedua, PB PTMSI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Peter Layardi Lay. Mengacu pada SK KONI Pusat, meneruskan kepengurusan setelah Dato’ Sri Tahir mundur melalui Munaslub 2019.

Ketiga, PP PTMSI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Oegroseno. Tidak ada SK KONI Pusat. Memegang PIN ITTF, karena mendapat izin/mandat dari Ketua Umum KOI periode Rita Subowo, dan memegang Surat Putusan Mahkamah Agung.

Akibat adanya trialisme kepengurusan PTMSI tersebut hampir di seluruh sektor mengalami perpecahan, terutama pada kepengurusan daerah di seluruh Indonesia. Bahkan sudah mulai berpengaruh terhadap klub/Persatuan Tenis Meja (PTM) dalam melakukan pembinaan.

Perpecahan di tubuh PTMSI mengakibatkan tenis meja tidak diikutsertakan dalam SEA Games 2019 Filipina, dan dicoret dari Pekan Oahraga Nasional (PON) XX 2020 Papua.

Maulana mendukung tokoh-tokoh yang berupaya mendamaikan ketiga kubu agar hanya ada satu PTMSI. Dukungannya tersebut diwujudkan dengan memfasilitasi penyelenggaraan konferensi pers bertema “Menunggu Presiden Membenahi Tenis Meja Indonesia” di kantornya, Wisma Intra Asia, Jakarta Selatan, Jumat (31/1/2020).

Dalam konferensi pers itu tampil sebagai pembicara adalah penggiat tenis meja nasional Singgih Yehezkiel, pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang juga mantan atlet tenis meja Lieng Lieng Agustin, atlet tenis meja, penggiat tenis meja Johnny Latuheru, penghobi tenis meja Hariyanto, dan seorang pengacara, Geovani. Bertindak sebagai moderator adalah wartawan senior Sahrudi Rais.

 

Baca juga: 

Siapa Singgih Yehezkiel yang Kirim Surat Terbuka kepada Presiden Jokowi?

FOTO Konferensi Pers ‘Menunggu Presiden Membenahi Tenis Meja Indonesia’

Singgih Yehezkiel Minta Presiden Jokowi Turun Tangan Membenahi PTMSI

Singgih Yehezkiel Juara Veteran Turnamen Tenis Meja ITTC Cup 1 se-Bekasi Raya

Singgih Yehezkiel Didaulat Benahi Tenis Meja Nasional

Singgih: Konflik di Tubuh PTMSI, Atlet Kehilangan Rezeki

 

Maulana Iskandar dan penggiat tenis meja nasional Singgih Yehezkiel. Foto: Edwin B/Obsession News)

Konferensi pers itu digelar sebagai tindak lanjut dari surat terbuka yang dikirim Singgih kepada Presiden Jokowi pada Selasa 28 Januari 2020. Surat tersebut ditembuskan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Ketua Umum KONI Pusat, dan pimpinan Komisi X DPR RI.

“Saya ingin konflik di PTMSI cepat berakhir. Kalau konflik terus berlarut-larut kasihan para atlet. Mereka tidak bisa mengikuti SEA Games 2019 Filipina dan PON Papua 2020.  Saya ingin hanya ada satu PTMSI, agar tenis meja Indonesia berkembang pesat,” tutur Maulana kepada obsessionnews.com, Jumat (31/1).

Perjalanan Hidupnya Berwarna

Perjalanan. hidup Mirwan berwarna, menarik, dan inspiratif. Tumbuh dari keluarga besar ia anak kedelapan dari sembilan bersaudara. Berasal dari keluarga sederhana anak kelahiran Jakarta ini jeli menangkap peluang untuk mendapatkan uang jajan. Saat mengenyam pendidikan di SMA  di Bekasi, ia nyambi bekerja sebagai pencatat meteran dan memasang instalasi listrik.

Perjalanan. hidup Mirwan berwarna, menarik, dan inspiratif. (Foto: Edwin B/Obsession News)

Ia berkelakar semua tiang listrik di Babelan, Bekasi, pernah dipanjatnya dengan hanya bermodalkan otot saja.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4 5 6

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.