Rabu, 25 November 20

Mau Selidiki Kejahatan AS, Trump Ancam ICC

Mau Selidiki Kejahatan AS, Trump Ancam ICC
* AS menginvasi Afghanistan dengan dalih memerangi terorisme. (ParsToday)

Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) akan menyelidiki kejahatan perang pasukan Amerika Serikat (AS) di Afghanistan. Nampaknya, AS mau merampok sumberdaya alam yang kaya raya di Afghan dengan tipuan alasan memerangi terorisme.

ICC, seperti dilaporkan Afghan Voice Agency (AVA), Selasa (11/9/2018), akan segera membuka penyelidikan tentang kejahatan perang dan pembunuhan warga Afghanistan.

Namun, pemerintahan Trump mengancam akan mengambil sikap yang lebih keras terhadap ICC dan menjatuhkan sanksi jika mereka menyelidiki pasukan AS di Afghanistan.

Seperti dilansir ParsToday, Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton mengecam legitimasi pengadilan yang bermarkas di Den Haag itu untuk mengadili kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan.

Sejak kehadiran militer di Afghanistan pada tahun 2001, AS telah melakukan banyak kejahatan dengan dalih memerangi terorisme dan menciptakan keamanan. Kejahatan AS telah memicu kemarahan dan kebencian rakyat Afghanistan.

Selama 17 tahun menduduki Afghanistan, pasukan AS telah membunuh banyak warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, melakukan pelecehan, menyerang daerah pemukiman, pusat medis, sekolah dan masjid, membakar al-Qur’an, dan memenjarakan orang-orang Afghanistan.

Sebelumnya diberitakan, bagian dari agenda AS-NATO dalam Perang Afghan pada akhirnya hanya untuk mengambil alih kepemilikan cadangan gas alam, bukan terorisme. Afghanistan disebut-sebut sebagai sebuah negara transit bagi minyak dan gas yang berlimpah.

Batu delima, beryllium, zamrud dan batu kunzite dan hiddenite yang dikandung di Afghan yang kaya rayat sumberday alam ini tidak dapat ditemukan di manapun. Endapan batu mulia ini terbentang hingga ratusan kilometer. Juga, bebatuan yang mengandung logam langka beryllium, thorium, lithium dan tantalum tidak kalah penting (digunakan untuk konstruksi pesawat udara dan luar angkasa).

Sementara opini publik dipenuhi oleh gambar-gambar negara berkembang tanpa sumber daya yang dilanda perang, kenyataannya malah sebaliknya: Afghanistan merupakan sebuah negara kaya seperti yang dipastikan oleh survei-survei geologi di era Soviet.

AS menemukan mineral Afghanistan yang disebut sebagai “Saudi Arabianya lithium”. Boleh jadi inilah alasan Amerika ingin merebut Afghan dan memusuhi Taliban

Amerika selalu berdalih ingin menegakkan demokrasi di negeri di Afganistan yang akhirnya berbuntut perang berkepanjangan. Namun motif tersembunyi akhirnya terkuak juga. Para ahli geologi AS juga telah menemukan banyak mineral berharga di Afghanistan yang nilainya mencapai lebih dari USD 1 triliun. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.