Selasa, 23 April 19

Masyarakat Perlu Waspada Indikator Daerah Rawan Kecurangan Pemilu

Masyarakat Perlu Waspada Indikator Daerah Rawan Kecurangan Pemilu
* Koordinator Tepi Jeirry Sumampow. (Foto: dok Tepi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Komite Pemilih Indonesia (Tepi) mengidentifikasi sejumlah daerah yang rawan terjadi kecurangan pemilu serentak 2019. Dengan pelaksanaan pencoblosan yang tinggal menghitung hari ini, masyarakat diminta perlu mewaspadai kemungkinan adanya kecurangan tersebut.

 

Baca juga:

Pemilu Terbesar di Dunia, 900 Juta Orang Mencoblos

DKPP Berhentikan 9 Penyelenggara Pemilu 2019

Identifikasi Kerawanan Pemilu Bawaslu Luncurkan IKP

 

Koordinator Tepi Jeirry Sumampow mengungkapkan ada sejumlah indikator beberapa daerah rawan terjadinya kecurangan pemilu yang perlu diketahui masyarakat. 

Pertama, Faktor Geografis, yakni daerah-daerah yang secara geografis sulit dijangkau dari akses publik, transportasi, media informasi, dan komunikasi. 

Kedua, Faktor Historis, yakni daerah-daerah yang sejak dulu dan hampir setiap pemilu kerap bermasalah, seperti: Papua, Madura, Nias, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan lainnya. 

Ketiga, Faktor Penguasa, yakni daerah- daerah yang secara ekonomi miskin dan masyarakatnya belum begitu terdidik sehingga mudah dimobilisasi dan rawan praktik politik uang. 

Keempat, Faktor Penyelenggara, yakni daerah-daerah di mana dalam pemilu sebelumnya, penyelenggara sering melakukan manipulasi suara – namun tidak pernah dihukum – dan mereka masih menjadi penyelenggara hingga saat ini.

“Ada banyak modus kecurangan suara di pemilu-pemilu sebelumnya, baik pilpres, pileg, maupun pilkada,” ujar Jeirry melalui siaran pers, Senin (15/4/2019).

Dengan melihat banyaknya modus kecurangan, Jeirry mendorong peran pengawasan masyarakat dalam mengawal suara rakyat. Ia mengatakan transparansi proses rekapitulasi sangat menolong peran masyarakat mengawal proses rekapitulasi.

“Posisi dan peran Bawaslu/Panwas sangat penting untuk memperbaiki kecurangan akibat kesalahan atau manipulasi terjadi. Begitu juga peran media massa sangat penting untuk mengungkap ke publik kecurangan yang terjadi,” katanya.

Khusus di poin pengawasan masyarakat, Jeirry mengapresiasi upaya sejumlah elemen masyarakat dalam melakukan pengawasan independen, salah satunya Kawal Pilpres 2019 yang bertujuan mengawal hasil penghitungan suara khusus Pilpres di TPS pada tanggal 17 April 2019. 

Kawal Pilpres 2019 adalah aplikasi mikro yang ada di dalam aplikasi PeSankita Indonesia – platform aplikasi dengan sistem keamanan tingkat tinggi, yang tercipta sejak tahun 2015. Aplikasi PeSankita merupakan produk Indonesia yang dapat diunduh secara gratis di Playstore untuk Android dan Appstore untuk iOS. 

Hingga saat ini terus dilakukan perekrutan Relawan Kawal Pilpres 2019 melalui dukungan sekitar 27 lembaga/komunitas, pembukaan booth di Car Free Day Jakarta, dan referensi dari pribadi ke pribadi. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.