Jumat, 27 Mei 22

Masuk Zona Hijau, Wabup Kebumen: Jangan Telalu Euforia

Masuk Zona Hijau, Wabup Kebumen: Jangan Telalu Euforia
* Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto saat menyapa para pedagang Pasar Padureso yang menjadi lokasi rapid test. (Foto: Albar / OMG)

Kebumen, Obsessionnews.com – Beberapa hari yang lalu, Kabupaten Kebumen sudah mendeklarasikan diri sebagai zona hijau dengan nol kasus corona. Namun belakangan ditemukan satu kasus lagi orang yang dinyatakan positif corona. Hal ini menjadi perhatian Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto.

Ia mengatakan, meski Pemkab Kebumen sempat mendeklarasikan wilayahnya sebagai zona hijau. Namun sejak awal, ia sudah menekankan kepada semua masyarakat agar tidak merayakan secara euforia. Sebab, dengan zona hijau, bukan berarti corona di Kebumen tidak akan akan ada lagi. Karena tidak ada yang bisa menjamin.

“Saya mengharapkan kepada seluruh masyarakat Kebumen, sejak awal agar kita tidak terlalu euforia. Justru kemarin yang zero positif atau masuk zona merah itu menjadi star awal untuk berbenah. Jadi jangan malah euforia, ke pantai berdesak-desakan. Ini cukup memprihantinkan,” ujar Arif di Kebumen, Senin (15/6/2020).

Arif mengingatkan bahwa, corona adalah bencana global semua negara dunia merasakan dampak dari virus ini. Bahkan bisa jadi virus ini tidak akan pernah hilang, dan akan tetap terus ada seperti virus-virus lain. Karenanya, perlu perhatian dan kewaspadaan dari semua masyarakat dalam menghadapi virus corona ini.

“Virus ini mungkin sampai hari kiamat akan tetap ada. Karena itu disaat situasi seperti ini kita perlu berbenah. Caranya seperti apa, ya seperti yang sudah kita lakukan cuci tangan, pakai masker, jarak jarak dll. Jadi jangan lalu kita berbangga diri sampai lupa protokol kesehatan,” jelasnya.

Pada saat virus ini mencuat, Pemkab Kebumen di bawah komando Arif Sugiyanto sudah bergerak cepat untuk memburu corona dengan melakukan 14 ribu rapid test massal di pasar-pasar desa seluruh Kebumen. Hasilnya ada 160 yang ditemukan reaktif.

Kemudian dari 160 itu dilakukan tes swab corona untuk mengetahui secara pasti apakah positif atau negatif. Karena reaktif belum tentu positif. Arif mengakui bahwa hasil 14 ribu rapid test itu tidak bisa diliat secara langsung. Namun bertahap karena harus diuji lagi di Yogyakarta.

“Dan ini pengujian hasil rapid testnya masih berlangsung. Jadi kita juga belum tahu apakah ada lagi hasilnya yang dinyatakan positif atau tidak. Yang terakhir kemarin sudah keluar dan memang dinyatakan positif satu orang,” jelasnya.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Kebumen, jumlah ODP hingga hari ini ODP tercatat 3.147 orang. Jumlah PDP tercatat 243 orang. 20 meninggal dunia tanpa hasil lab. Sedangkan PDP yang masih dalam pengawasan ada sebanyak 19 orang

Adapun pasien positif, sebelumnya tercatat 34 orang positif, 32 sembuh, 2 meninggal dunia. Namun terbaru pasien positif covid-19 bertambah 1 orang. Sedangkan jumlah pendatang hingga saat ini di Kabupaten Kebumen tercatat 75.282 orang. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.