Jumat, 28 Januari 22

Masuk Kapal, Sopir Truk Terjepit

Masuk Kapal, Sopir Truk Terjepit
* EVAKUASI: Unen, sopir truk fuso dilarikan ke RS Port Health Centre (PHC) dengan menggunakan ambulance milik PT Darma Lautan Utama (DLU). (Obsessionnews.com/Ari Armadianto)

Surabaya, Obsessionnews – Gara-gara rem blong, truk fuso BE 9133 CC tak dapat dikendalikan sopirnya saat masuk kapal KM Kirana IX di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Rabu (15/7/2015). Akibatnya, sopir truk terjepit di dalam bodi truk setelah bertabrakan dengan truk fuso yang parkir di depannya.

Proses evakuasi sopir truk yang terjepit di pintu truk sempat menyulitkan petugas operasional kapal PT. Darma Lautan Utama itu. Satu unit ambulance milik DLU yang tidak jauh dari dermaga langsung melarikan Unen,40 sopir truk ekspedisi ke rumah sakit terdekat.

Direktur Operasional dan Usaha PT. DLU, Rakmatika Ardianto menjelaskan, peristiwa yang bermula truk fuso yang bermuatan kebutuhan pokok dari dermaga Jamrud Utara menuju ke arah kapal melaju dengan kecepatan tinggi. Namun, tiba-tiba truk yang dikendarainya mengalami rem blong.

“Sepertinya sopir sudah tidak bisa mengendalikan kendaraan karena rem blong, jadi truk itu langsung menabrak truk fuso yang parkir di depannya,” jelasnya saat ditemui Obsessionnews.com di dermaga.

EVAKUASI: Unen, sopir truk fuso dilarikan ke RS Port Health Centre (PHC) dengan menggunakan ambulance milik PT Darma Lautan Utama (DLU). (Obsessionnews.com/Ari Armadianto)
EVAKUASI: Unen, sopir truk fuso dilarikan ke RS Port Health Centre (PHC) dengan menggunakan ambulance milik PT Darma Lautan Utama (DLU). (Obsessionnews.com/Ari Armadianto)

Ia menambahkan, pihaknya selalu mengingatkan pemilik truk ekspedisi untuk melakukan perawatan kendaraan terlebih dahulu.

“Rem yang umumnya baru diketahui saat kendaraan sedang melaju. Apakah rem blong dan rem macet,” tandasnya. (GA Semeru)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.