Minggu, 16 Juni 19

Massa Aksi di Bawaslu Sempat Memanas

Massa Aksi di Bawaslu Sempat Memanas
* Massa aksi sedang melakukan demo di depan gedung Bawaslu. (Foto: Kapoy/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Ada yang berbeda di jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019). Perbedaannya yaitu jalanan yang biasa dilalui oleh kendaraan kini terlihat sepi.

Hal ini dikarenakan pihak kepolisian menutup jalan tersebut. Sebab akses jalan itu menuju gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), yang saat ini sedang berlangsung aksi dari massa yang tergabung dalam ‘Rakyat Bersatu Lawan Pemilu Curang’.

Aksi ini menuntut Bawaslu yang diduga sebagai badan pengawas pemilu melakukan pemilu curang.

Sedangkan massa yang melakukan aksi tersebut terus bertambah, berdatangan ke depan gedung Bawaslu. Tak hanya itu, bahkan massa ini berencana akan melakukan ibadah salat Tarawih dan menginap di depan gedung Bawaslu.

“Kita akan melakukan salat tarawih dan menginap di sini,” ujar salah satu orator di atas mobil Komando di depan gedung Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (21/5).

Mereka datang ke Bawaslu ini beralasan kalau kubu pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dicurangi oleh penyelenggara Pemilu 2019, dalam hal ini KPU dan Bawaslu.

“Kami dicurangi dalam pemilu ini,” teriak lagi orator dari atas mobil komando.

Aksi massa sempat memanas, yang tadinya kondusif. Hal itu karena massa memohon kepada pihak kepolisian untuk segera membuka brokade polisi yang memberikan pengamanan terhadap lembaga pengawas itu.

“Kami minta dibuka brokadenya, karena massa makin bertambah,” teriaknya lagi.

Mendengar teriakan tersebut sontak sontak polisi yang menjadi brokade pengamanan yang tadinya duduk langsung berdiri. Kini polisi yang mengenakan seragam hitam dan coklat ini tengah siap-siap memperkuat brokadenya.

Namun tak lama kemudian, salah satu orator yang lain memerintahkan massa yang di depan brokade polisi dimintanya mundur.

“Untuk kawan-kawan yang di depan polisi dipersilakan geser mundur, lakukan saf,” ujar orator dalam orasinya.

Sementara itu massa tersebut akhirnya bergeser mundur membuat barisan saf seperti orang mau salat.

Pembuatan saf ini bertujuan untuk menyambut datangnya waktu magrib untuk berbuka puasa. “Massa yang tak mau bikin saf dianggap provokator,” tegas orator.

Situasi pun kembali kondusif, yang semula sempat memanas akibat massa aksi yang meminta polisi untuk membuka brokadenya. Selain brokade pasukan, polisi juga membuat brokade kawat berduri. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.