Minggu, 8 Desember 19

Masjid Kena Semprot Meriam Air, Pemimpin Hong Kong Minta Maaf

Masjid Kena Semprot Meriam Air, Pemimpin Hong Kong Minta Maaf
* Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam keluar dari Masjid Kowloon, Tsim Sha Tsui pada tanggal 21 Oktober, 2019. (BBC)

Akibat masjid besar di Hong Kong tak sengaja terkena semprotan meriam air polisi saat menghadapi aksi massa demonstrasi ‘anti China’ di Hong Kong, Pemimpin di negara itu pun langsung sowan dan meminta maaf kepada dewan masjid.

Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, mengunjungi masjid terbesar kota itu untuk meminta maaf setelah masjid tersebut terkena tembakan meriam air berwarna biru.

“Lam menyampaikan permintaan maaf atas penyemprotan secara tidak sengaja terhadap pintu masuk utama dan gerbang masjid,” demikian pernyataan yang dikeluarkan kantornya seperti diberitakan kantor berita AFP.

Polisi untuk pertama kalinya sejak unjuk rasa terjadi pada permulaan bulan Juni, juga mengeluarkan permintaan maaf secara terbuka.

“Tidak lama setelah kejadian, wakil polisi kami menyampaikan permintaan maaf sedalam-dalamnya kepada imam utama dan pimpinan masyarakat Muslim,” kata Cheuk Hau-yip, Komandan Kawasan Kowloon West kepada wartawan.

Peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu (20/10), ketika para petugas bentrok dengan pengunjuk rasa pendukung demokrasi.

Petugas menembakkan gas air mata, peluru karet dan meriam air berwarna biru dalam upaya meredam demonstrasi yang diwarnai kekerasan.

Meriam air mengenai pintu masuk dan tangga Masjid Kowloon, sehingga meninggalkan noda.

Imam masjid mengatakan permintaan maaf Lam telah diterima.

Masjid di Hong Kong yang terkena semprotan meriam air polisi. (JournalGazette)

Dewan Muslim Hong Kong menegaskan masjid bukanlah sasaran polisi.

Bahkan, sejumlah perwira polisi datang meminta maaf dan membantu membersihkan daerah masjid yang terkena tembakan meriam air.

Aparat sudah melarang demonstrasi digelar pada Minggu (20/10), namun masyarakat Hong Kong mengabaikan larangan itu. Puluhan ribu orang datang berunjuk rasa.

Sebagian di antara mereka, yang memakai baju dan masker hitam, melemparkan bom molotov ke kantor polisi di Tsim Sha Tsui. Api kemudian membakar gerbang bangunan itu.

Kepolisian kemudian menanggapinya dengan melepaskan tembakan gas air mata.

Rangkaian demonstrasi di Hong Kong dipicu oleh rancangan undang-undang yang membuat tersangka kriminal bisa diekstradisi ke China.

Warga Hong Kong khawatir hak-hak mereka secara perlahan-lahan dikikis oleh pemerintah China.

Karenanya, walau rancangan undang-undang kontroversial itu telah dicabut, warga Hong Kong tetap turun ke jalan. (*/BBC News Indonesia)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.