Sabtu, 11 Juli 20

Masjid Dalam Era New Normal

Masjid Dalam Era New Normal
* Dr. Ridlwan Kamaluddin, S.Kep.,Ns, M.Kep. Dosen Ahli Keperawatan (Gawat Darurat, Medikal Bedah, dan Bencana) Unsoed.

Purwokerto, Obsessionnews.com -Sejumlah kota di luar zona merah Covid-19 sudah diizinkan membuka masjid dan mushala untuk menggelar sholat berjamaah. Meski tidak mudah mengimbau warga untuk mengikuti protokol panduan shalat berjamaah dan Shalat Jum’at di masjid di masa tata kenormalan baru (new normal), hal ini perlu dilakukan sosialisasi dengan harapan agar jamaah dapat tetap beribadah di masjid namun menjaga kesehatan saat Covid-19 ungkap Tim Promosi Unsoed Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. saat mendampingi pemaparan Dosen Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes) Unsoed Dr. Ridlwan Kamaluddin, S.Kep.,Ns, M.Kep.

Ketua Lab Keperawatan Gawat Darurat dan Bencana FIKes Unsoed (Soedirman Emergency and Disaster Squad/SEDS) Dr.Ridlwan mengatakan : “Seiring sejalan dengan penanganan dan perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia, pada saat era new normal dimana semua aspek kehidupan perlu beradaptasi dengan era tersebut. Dalam era “new normal”, kita semua akan mencoba untuk beradaptasi dari berbagai aspek kehidupan, termasuk ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam aktivasi masjid di era new normal ini. Mulai dari kewajiban jamaah ketika dirumah sebelum berangkat ke masjid, ketika di masjid dan setelah pulang dari masjid. Begitu juga dengan pengelola masjid, protokol kesehatan dan “ubo rampenya” harus disiapkan dalam rangka aktivasi masjid di era new normal.

Dr. Ridlwan yang juga Satgas Covid-19 Unsoed memaparkan beberapa kewajiban yang harus dilaksanakan oleh jamaah dan pengurus masjid :

1. Bagi Pengurus Masjid
a. Mengajukan surat permohonan kelayakan masjid kepada pemerintahan setempat sesuai level masjid,
b. Menyediakan peralatan dan bahan dalam memenuhi protokol kesehatan Covid-19 (menyediakan tempat cuci tangan/handsanitizer, thermogun, dan lainnya),
c. Membersihkan/ desinfeksi masjid sebelum dan setelah sholat berjamaah,
d. Menandai tempat berdiri jamaah /membuat tanda shaf sholat dengan minimal jarak 1,5 meter,
e. Mempersingkat waktu tunggu antara adzan dan iqomah (maksimum 10 menit),
f. Karpet digulung,
g. Al Qur’an dan buku-buku agama sementara disimpan,
h. Kotak infaq diletakkan secara permanen (tidak menyediakan kotak infaq keliling),
i. Menjaga sirkulasi udara dengan baik selama kegiatan ibadah (membuka jendela, dan lainnya),
j. Memisahkan antara pintu masuk dan pintu keluar masjid,
k. Masjid diutamakan bagi warga setempat, apabila ada warga dari luar maka disediakan tempat khusus (serambi masjid dengan pengawasan ketat),
l. Waktu khutbah jumat dipersingkat (maksimal 20 menit),
m. Menyediakan petugas piket pemantau protokol kesehatan selama ibadah berlangsung,
n. Menyediakan poster/panduan protokol kesehatan bagi jamaah dalam beribadah di masjid.

2. Bagi Jamaah
a. Jamaah sebelum berangkat ke Masjid:
1) Berwudlu dari rumah,
2) Membawa sajadah dan Al Qur’an pribadi,
3) Memakai masker,
4) Tidak membawa anak-anak,
5) Bagi lansia disarankan untuk sholat di rumah masing-masing,
6) Melakukan cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir.

b. Jamaah sampai di masjid:
1) Menggunakan handsanitizer / cuci tangan yang sudah disediakan,
2) Cek suhu sebelum masuk masjid,
3) Menempati shaf sesuai dengan petunjuk yang disediakan oleh pengurus masjid,
4) Tidak berkerumun / menjaga jarak selama di masjid (minimal 1.5 meter),
5) Memakai masker selama di masjid
6) Tidak bersalaman,
7) Menggunakan Handphone/Al Qur’an pribadi apabila ingin membaca Al-Qur’an;
8) Diusahakan untuk tidak menyentuh barang/benda yang ada di masjid,
9) Menempatkan sendal/sepatu di tempat yang sudah disediakan.

c. Jamaah setelah dari masjid :
1) Cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir,
2) Menempatkan sendal/sepatu di luar rumah,
3) Pakaian yang dipakai ke masjid di tempatkan di tempat khusus (tidak dibawa ke dalam kamar/rumah),
4) Ganti baju dan celana/sarung setelah mengikuti sholat Jum’at.

Selanjutnya Dr.Ridlwan yang berpengalaman sebagai Instruktur di Ambulans Gawat Darurat 118 Jakarta mulai tahun 2011 sampai sekarang menjelaskan bahwa sudah cukup banyak dan lengkap protokol dan langkah-langkah yang dipersiapkan dalam penyelenggaraan ibadah dalam era new normal ini. Ada beberapa hal yang harus disadari dan dipatuhi bersama seperti kuota jamaah masjid hanya 40% dari kuota seperti sebelumnya, protokol yang harus dilalui serta peralatan dan “ubo rampe” yang harus disediakan/dibawa jamaah ketika beribadah di masjid. Semua ini membutuhkan sebuah kerjasama dan kesadaran yang baik antara semua pihak khususnya pengurus masjid dan jamaah. Kunci utama adalah perlunya ketegasan pengurus masjid dalam memberlakukan aturan dan protokol yang sudah ditetapkan dan kesadaran masyarakat dalam mengikuti aturan dan protokol yang dibuat demi kebaikan dan kemaslahatan bersama. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.