Kamis, 9 Desember 21

Masinton Tantang Ruki Buka-Bukaan Soal Sumber Waras

Masinton Tantang Ruki Buka-Bukaan Soal Sumber Waras

Jakarta, Obsessionnews – Anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu, meminta mantan Pelaksana Tugas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrachman Ruki tidak main belakang dalam mengungkap kasus pembelian Rumah Sakit Sumber Waras.

Masinton kesal akibat Komisi III berapa kali sudah memanggil Ruki untuk dimintai keterangannya soal Sumber Waras. Namun, Ruki menolak, dan justru mengeluarkan stateman di luar yang menimbulkan tanda tanya besar.

“Kalau memang benar ada dugaan kerugian negara dalam kasus Sumber Waras, mestinya disampaikan dalam forum resmi, jangan dibelakang,” kata Masinton saat dihubungi, Jumat (24/6/2016).

Masinton mengatakan, Komisi III DPR tidak bermaksud mencampuri urusan penyelidikan di KPK. Hanya saja, pihaknya ingin mengetahui apa alasan Pimpinan KPK dimasa Ruki meminta auit ke Badan Pemeriksa Keuangan soal Sumber Waras.

“Itu yang ingin kami pastikan agar pada prosea penegakan hukumnya dia (KPK) memang harus pasti,” kata politisi Partai PDI Perjuangan itu.

Sebelumnya, Taufiequrachman Ruki mengungkapkan kasus dugaan korupsi pembelian lahan RS Sumber Waras. Ruki menceritakan, audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan berawal saat laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan Pemda DKI tahun 2014 terbit.

“Ada temuan nomor 30 saya ingat karena saya teliti betul kesimpulan temuan itu antara lain mengatakan bahwa pembelian Rumah Sakit Sumber Waras telah mengakibatkan Pemda DKI sebesar Rp 191miliar,” kata Ruki di Masjid Baiturahman, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (23/6/2016) malam.

Setelah dipelajari, Ruki yakin ada dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI. ‎ “Sudah pasti perbuatan melawan hukum dan kemudian saya perintahkan kepada penyelidik saya untuk melakukan penyelidikan,” ucap Ruki. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.