Sabtu, 25 September 21

Masinton: Gus Dur Lebih Layak Jadi Pahlawan Dari Soeharto

Masinton: Gus Dur Lebih Layak Jadi Pahlawan Dari Soeharto
* Masinton Pasaribu.

Jakarta, Obsessionnews – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Masinton Pasaribu menilai mendiang KH Abdurrachman Wahid alias Gus Dur lebih layak diberikan gelar Pahlawan Nasional dibanding Presiden ke 2 RI Soeharto.  Sebab, Gus Dur dianggap memiliki banyak prestasi untuk bangsa ini.

Sebagai mantan Presiden, Gus Dur selalu konsisten memperjuangkan demokrasi, pluralisme, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Misalnya, kata dia, Gus Dur berani mengakui Konghucu sebagai salah satu agama yang resmi di Indonesia, dengan menjadikan hari raya Imlek sebagai hari libur nasional. Di zaman Soeharto Konghucu‎ tidak pernah diakui.

“Jelasnya Gus Dur lebih layak, sejak masa muda mengabdikan dirinya untuk perjuangan demokrasi di Indonesia, lalu penegakan HAM, dan juga memperjuangkan ‎tegaknya kebhinekaan dan pluralisme,” ujar Masinto di DPR RI, Selasa (10/11/2015).

Sementara itu berbeda dengan Gus Dur, Masinton mengagngap Soeharto sampai saat ini memiliki catatan buruk yang belum pernah hilang. Masinton menyebut, pembantaian peristiwa G30SPKI membuktikan, bahwa Soeharto telah melakukan pelanggaran HAM berat yang sampai saat ini belum bisa diusut.

“32 tahun berkuasa Soeharto telah membungkam demokrasi‎. Hal itu berujung pada peristiwa besar 1998 di mana terjadi revolusi gerakan mahasiswa yang menggulingkan Soeharto. Namun, tetap saja kudeta Soeharto harus dibalas dengan darah para mahasiswa serta penculikan para aktivis,” ungkit Masinton.

Terlebih pada saat berkuasa di Orde Baru, menurutnya, pemerintahan Soeharto diwarnai dengan praktik KKN. Terbukti pada Agustus lalu Mahkamah Konstitusi memutuskan untuk menyita aset yayasan Supersemar milik Soeharto yang mencapai Rp 4,4 triliun. “Dari satu kasus saja belum ‎dieksekusi. Lalu bagaimana dengan pelurusan sejarah yang belum dilakukan,” sergah Masinton.

Anggota Komisi III DPR RI ini pun membandingkan, Gus Dur adalah pejuang demokrasi, sementara Soeharto anti demokrasi alias otoriter. “Gus Dur pejuang HAM, Soeharto melawan HAM. ‎Gus Dur memperjuangkan kemanusiaan sementara Soeharto banyak melakukan penindasan,” timpalnya. “Jadi kalau menyandingkan Gus Dur dengan Soeharto sangat kontras,” tambahnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.