Selasa, 18 Mei 21

Masih dalam Penelitian, Vaksin Nusantara Ternyata Sangat Diminati

Masih dalam Penelitian, Vaksin Nusantara Ternyata Sangat Diminati
* Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay. (Foto: Arief/nvl)

Jakarta, obsessionnews.comVaksin Nusantara produk dalam negeri ternyata sangat diminati. Walau produk vaksin ini masih dalam penelitian, tapi antusiame masyarakat untuk divaksin cukup tinggi. Vaksin ini diakui tanpa efek samping dan mampu meningkatkan imunitas.

 

Baca juga:

Jangan Ragu! Fahira: Warga yang Sudah Terjadwal Divaksinasi Tidak Membatalkan Puasa

40 Persen Marinir AS Tolak Vaksinasi

Bantu Program Pemerintah, Polda Metro Jaya akan Gelar Vaksinasi di 500 KTJ

 

Hal itu diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay dalam keteràngan persnya, Kamis (15/4/2021). Ia sendiri menjadi salah satu penerima vaksin yang digelar di RSPAD Gotot Subroto, Jakarta.

“Minat terhadap vaksin Nusantara ini ternyata sangat tinggi. Terbukti dengan antrean panjang yang ada. Pihak RSPAD membatasi vaksinasi, karena  mereka masih fokus pada studi dan penelitian yang dilaksanakan,” ujar Saleh.

Ia mengaku sudah berdiskusi dengan para peneliti vaksin Nusantara dan para relawan yang divaksin, sehingga ia juga mau divaksin. Ketua Fraksi PAN DPR ini melihat vaksin Nusantara sangat potensial dikembangkan. Vaksin produk dalam negeri tersebut harus mendapat perhatian pemerintah seperti disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa Indonesia harus mengutamakan produknya sendiri.

“Kita berani jadi contoh untuk divaksin lebih awal. Saya melihat para peneliti dan dokter-dokter yang bertugas semuanya ikhlas. Tidak ada muatan politik sedikit pun. Saya berharap kedaulatan dan kemandirian Indonesia dapat terjamin dalam bidang kesehatan dan pengobatan. Saya yakin momentum Covid-19 bisa menjadi pintu masuk,” tutur Saleh.

Saat ini Indonesia.masih mendapat embargo vaksin, sehingga program vaksinasi di dalam negeri terganggu.  Badan Pengawas Obat dan Makanan.  (BPOM) juga diharapkan memberi izin edar segera setelah penelitian vaksin ini rampung.

“Kita masih tergantung negara lain. Ketika diembargo, program vaksinasi kita langsung terganggu. Setidaknya, mengganggu jadwal yang sudah ditetapkan sebelumnya. Di situ pentingnya kemandirian dan kedaulatan,” tandas legislator dari daerah pemilihan Sumatera Utara II ini. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.