Jumat, 2 Desember 22

Masalah Abu Bakar Ba’asyir Tak Dibahas Dalam Pertemuan Jokowi dengan Mendagri Australia

Masalah Abu Bakar Ba’asyir Tak Dibahas Dalam Pertemuan Jokowi dengan Mendagri Australia
* Narapidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba'asyir (berjubah putih).

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membantah kehadiran Menteri Dalam Negeri Australia Peter Craig Dutton ke Istana Presiden untuk melobi Presiden Jokowi supaya tidak memberikan perubahan status menjadi tahanan rumah kepada narapidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba’asyir.

Peter kunjungi Indonesia untuk bertemu Presiden Jokowi di Istana, Jakarta, Senin (5/3/2018). Pertemuan itu dilangsungkan tidak lama setelah Kemenlu Australia merespons rencana Pemerintah Indonesia yang akan mengubah status Abu Bakar Ba’asyir menjadi tahanan rumah atas alasan kesehatan yang menurun.

“Tidak. Ini benar-benar kunjungan kehormatan,” ujar Retno usai mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan itu. Untuk diketahui pertemuan ini merupakan agenda internal Presiden Jokowi yang tak boleh diliput oleh awak media.

Peter merupakan Mendagri Australia yang baru menjabat. Usai dilantik, Peter memang sudah merencanakan Indonesia adalah salah satu negara yang akan dikunjunginya pertama kali. Pertemuan itu sekaligus menyampaikan undangan lawatan ke Australia dari Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull.

“Jadi (pertemuan) tadi itu perkenalan sebagai Mendagri yang baru,” ujar Retno.

Retno memastikan, Presiden Jokowi bakal memenuhi undangan tersebut. Rencananya, Presiden Jokowi direncanakan terbang ke Australia pada 14 Maret 2018. Soal rencana apa saja yang akan dibahas Presiden Jokowi dengan PM Turnbull, Retno mengatakan, akan dibahas kembali antara dirinya dengan Presiden Jokowi.

“Pak Presiden menyampaikan, Insya Allah akan hadir dalam pertemuan bilateral untuk sampaikan beberapa isu kepada PM Turnbull,” ujar Retno. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.