Kamis, 29 September 22

Masa Tanggap Darurat Berakhir, Pemerintah Kaji Ulang Dampak Kabut Asap

Masa Tanggap Darurat Berakhir, Pemerintah Kaji Ulang Dampak Kabut Asap

Padang, Obsessionnews – Pemerintah Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar) mengevaluasi dengan melakukan pengukuran partikel udara di daerah itu, setelah masa tanggap darurat kabut asap berakhir pada Kamis 1 Oktober 2015.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sijunjung, Hadirwan mengatakan kabut asap yang menyelimuti daerah itu sepanjang bulan September terus meningkat. Seiring peningkatan, pemerintah Kabupaten Sijunjung menetapkan masa tanggap darurat kabut asap selama 14 hari. Sejak masa tanggap darurat ditetapkan, pada Kamis (1/10) berakhir.

“Kita sudah menetapkan masa tanggap darurat sejak tanggal 18 September 2015. Masa tanggap darurat sudah berakhir hari Kamis kemaren tanggal 1 Oktober. Sekarang kita mau mengkaji lagi,” kata Hadirwan kepada obsessionnews.com, Jum’at (2/10).

Hadirwan mengatakan, sejak beberapa hari lalu, peningkatan kabut asap terus bertambah. Bahkan sepanjang Kamis (1/10), jarak pandang semakin pendek.

“Sepanjang Kamis, teruma pada pagi sampai siang jarak pandang sekitar 100 meter. Siang sampai malam, malah meningkat lagi antara 50-75 meter,” ujar Hadirmwan.

Setelah, pemerintah setempat sudah membagikan masker kepada masyarakat, pemerintah kembali membagikan masker. Masker sebayak 40 ribu, disebar ke delapan kecamatan yang ada di Kabupaten Sijunjung.

Ia meminta kepada warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Apabila keluar rumah supaya menggunakan masker sebagai antisipasi mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan.

Sementara itu, kabut asap yang menyelimuti wilayah Kota Padang, Jum’at (2/10) pagi cukup tebal dan pekat dan jarak pandang semakin pendek.

Masyarakat yang beraktivitas di luar rumah terutama yang memakai kendaraan roda dua, memakai masker. Masker dipakai, seiring kabut asap semakin pekat. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.