Rabu, 16 Oktober 19

Maryono: Saya Tidak Pernah Memilih dan Meminta Jabatan

Maryono: Saya Tidak Pernah Memilih dan Meminta Jabatan
* Maryono. (Foto: Sutanto / OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Maryono dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Di saat bersamaan Menteri BUMN Rini Soemarno juga mencopot Direktur Utama BRI Suprajarto untuk ditempatkan sebagai Dirut BTN menggantikan Maryono, namun Suprajarto menolak jabatan itu, dan memilih mundur dari Dirut BRI.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Kamis (29/8/2019), Maryono menerima keputusan itu, ia mendoakan BTN ke depan semakin baik. “Di mana (Dirut Baru) tinggal nanti yang meneruskan menjadi lebih baik lagi,” kata Maryono usai RUPSLB.

Maryono mengatakan, selama menjabat dirinya banyak melakukan pembenahan dan perbaikan di tubuh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini. Pondasi perusahaan dibangun dengan baik sehingga berdampak pada aset perusahaan yang semakin meningkat.

“Kita sudah menumbuhkan aset, kemudian kualitas dari proses bisnis maupun kesejahteraan karyawan sudah kita lakukan perbaikan-perbaikan,” ujarnya.

Masa jabatan Maryonk seharusnya berakhir pada 2022, periode kedua ia menjabat. Namun di tengah kesuksesannya membangun BTN, ia harus dicopot. Ia pun tak mempersoalkan hal itu.

“Ini adalah kewenangan dari Kementerian BUMN sebagai pemagang mayoritas saham,” kata Maryono seusai mengikuti RUPSLB.

Maryono mengungkapkan, dirinya belum mengetahui ke mana akan mengabdi selanjutnya. Semua keputusan mengenai penempatan dan posisi apa yang akan diemban tergantung pada Kementerian BUMN.

“Saya tidak tahu, saya ini adalah prajurit, semuanya kita serahkan kepada Kementerian BUMN yang mempunyai saham mayoritas, yang menetapkan,” ujarnya.

Sebagai prajurit, ungkap Maryono, ia selalu siap dan bersedia atas jabatan apapun yang akan diberi serta dipercayakan. Sehingga, usai dicopot dari tampuk pimpinan di BTN akan menunggu kelanjutan berikutnya.

“Bahwa, saya sebagai prajurit akan ikut dan mengikuti daripada apa yang penugasan yang diberikan kementerian,” sebutnya.

Selain itu, Maryono juga menyampaikan tidak pernah memilih dan meminta sebuah jabatan kepada siapa pun termasuk sebagai direktur utama. Maryono pun berharap BTN bisa lebih baik ke depannya ditangan pimpinan baru.

“Saya dari dulu sebagai prajurit, di mana saja saya selalu ikut. Saya tidak pernah memilih dan tidak pernah meminta,” imbuhnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.