Minggu, 24 Oktober 21

Maryono, CEO Tangguh di Tengah Krisis

Maryono, CEO Tangguh di Tengah Krisis
* Direktur Utama Bank BTN Maryono.

Obsessionnews – Ketika Indonesia dilanda perlambatan ekonomi pada tahun 2015, banyak sektor usaha yang berjalan di tempat dan tidak sedikit yang gulung tikar. Tapi tidak bagi PT Bank Tabungan Negara (Bank BTN). Karena bank pelat merah ini justru memperoleh laba Rp 1,851 triliun pada tahun 2015 atau naik 62%.

“Kinerja Bank BTN tahun 2015 berada di atas rata-rata industri perbankan nasional,” kata Direktur Utama (Dirut) Bank BTN Maryono kepada Men’s Obsession di ruang kerjanya, Kamis (4/2/2016).

Apa kiat Bank BTN mengukir prestasi cemerlang tersebut? “Kiat suksesnya adalah mesin transformasi bisnis sudah berjalan,” ungkap Maryono.

Maryono menuturkan, di saat terjadi perlambatan ekonomi Bank BTN berkonsentrasi membangun rumah untuk masyarakat di segmen middle-low. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini fokus menggarap program sejuta rumah dalam menggerakkan roda bisnis terkait kebutuhan rumah yang juga masih tinggi. Masyarakat diberi kesempatan untuk memiliki rumah dengan cara mudah, cepat, dan murah.

Dalam membangun program sejuta rumah Bank BTN melakukan strategi yang jitu. Menurut Maryono, biasanya Bank BTN membiayai pelaksanaan konstruksi setelah semester I. Alasannya, awal semester I adalah musim hujan, sehingga banyak yang pembangunan yang melambat. Namun, kali ini Bank BTN mengubah strategi, yakni memaksakan membangun rumah di musim hujan.

“Pembangunan rumah dipaksakan dilakukan di musim hujan, karena saya berkeyakinan tidak mungkin hujan terus-menerus. Strategi membangun di musim hujan itu adalah perubahan yang dilakukan Bank BTN, dan hal itu sekaligus menghilangkan mitos. Mitos yang saya maksud adalah selama ini pelaksanaan konstruksi setelah semester I ,” tuturnya penuh semangat.

Menurutnya, program pemerintah membangun sejuta rumah sangat tepat, karena dibutuhkan oleh masyarakat middle-low. Maryono mengakui dalam program sejuta rumah ada berbagai kendala, antara lain lambatnya perizinan, penyediaan lahan, dan sertifikat.

Kendala-kendala tersebut membuat pengembang sempat ragu melaksanakan pembangunan rumah. Namun, Bank BTN dan pemerintah aktif mengatasi hal-hal tersebut, sehingga dapat meyakinkan pengembang.

“Bank BTN pionir dalam pembangunan sejuta rumah. Hal ini karena Bank BTN telah berpengalaman membangun rumah sejak 1974. Sedangkan bank-bank lain belum banyak berpengalaman membangun rumah,” ucapnya.

Untuk memotivasi kinerjanya, Bank BTN juga berupaya menghilangkan mitos lainnya, yakni mitos pada umumnya perlambatan ekonomi menyebabkan non per loan (NPL) atau kredit macet meningkat. Dalam situasi ekonomi melambat Bank BTN justru mampu membuktikan NPL turun dari 4,01% di 2014 menjadi 3,42% pada akhir 2015. Selain itu, asetnya tumbuh sebesar 18,83% dari Rp 144,6 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp 172 triliun pada tahun 2015. Pertumbuhan aset ini juga berada di atas industri perbankan nasional yang mencapai kisaran 9,29%.

Penyaluran kredit selama tahun 2015 mencapai Rp 139 triliun, tumbuh 19,88% dibandingkan tahun 2014 senilai Rp 115,916 triliun.

“Dulu Bank BTN menduduki ranking 9 bank nasional. Insya Allah sekarang meloncat menjadi nomor 7,” ujarnya sambil tersenyum.

Sejak dipercaya menjadi Chief Executive Officer (CEO) Bank BTN pada Desember 2012, Maryono memang sukses membesarkan bank yang binis intinya membiayai pembangunan perumahan tersebut. Di bawah kepemimpinan mantan Dirut Bank Mutiara ini, Bank BTN mencetak sejumlah prestasi. Tahun 2015 Bank BTN dinilai sukses menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) dan diganjar penghargaan “Most Improvement” terbaik di ASEAN oleh Forum Pasar Modal ASEAN (ACMFI).

“Penghargaan itu tentunya akan mengundang ketertarikan investor luar terhadap kinerja Bank BTN. Keberhasilan dalam penerapan GCG ini akan berpengaruh pada peningkatan daya saing perusahaan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” kata pria kelahiran Rembang, Jawa Tengah, 16 September 1955, ini.

Di tahun yang sama Bank BTN juga memperoleh penghargaan “Most Trusted”. Penghargaan itu diberikan berdasarkan penilaian kategori annual report.

Masih pada tahun yang sama Bank BTN juga mendapatkan penghargaan “The Best Financial 2015” untuk perusahaan-perusahaan yang go public dari Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD).

Selain itu Bank BTN menyabet penghargaan kelas dunia “TOP 100” dari League of American Communication Professionals (LACP) Good Award. Bank BTN menempati peringkat ke-12 di antara perusahaan-perusaahan terbaik di 100 negara. Maka tak salah sosok Maryono sebagai nakhoda Bank BTN diganjar Anugerah Perbankan Indonesia 2015 serta Tokoh Perbankan 2015.

Tentu berbagai prestasi tersebut semakin memacu semangat kerja direksi dan para karyawan Bank BTN.

Tahun 2016 Maryono menargetkan Bank BTN menggondol laba bersih di atas 30%. Di tahun ini menjalankan optimalisasi produktivitas kredit pemilikan rumah (KPR) dalam program sejuta rumah.

“Tahun lalu sasaran program sejuta rumah hanya pegawai negeri sipil (PNS), lalu untuk tahun ini sasarannya adalah PNS dan karyawan BUMN dan perusahaan-perusahaan besar,” tandasnya.

Di samping itu Bank BTN juga akan membuat produk untuk membiayai penjual bakso, nelayan, pembatik, dan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lainnya. Hal ini dimaksudkan agar UMKM dapat berkembang.

Program lainnya di tahun 2016 ini adalah Bank BTN akan membangun kios smart yang berfungsi sebagai anjungan tunai mandiri (ATM) yang bisa melakukan penarikan, pencairan, dan transfer. Bank BTN juga akan mendirikan outlet di pemukiman-pemukiman baru yang melayani KPR.

Bank BTN memiliki produk portal untuk melayani permintaan KPR. Maryono menjelaskan, para pemohon tidak harus datang ke kantor cabang untuk mengajukan KPR, tapi bisa melalui website.

“Kami bekerja sama dengan developer, kemudian developer memasukkan barang-barangnya dan lokasinya di dalam portal. Sehingga orang-orang bisa melihat ada program, kalau gajinya segini maka kreditnya segini. Jadi ada suatu pre-approval. Kalau sudah pre-approval, mereka baru bisa datang ke cabang terdekat untuk melakukan approval,” cetusnya.

Maryono berobsesi Bank BTN tetap konsisten menjadi bank yang bisnis intinya adalah membiayai pembangunan perumah, karena Bank BTN masih punya tugas membangun 15 juta rumah. Obsesi lainnya adalah dapat membantu para nasabah yang memiliki rumah untuk memperbaiki rumahnya dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Lelaki ini pengemar wayang. Di ruang kerjanya terpajang wayang para punakawan. Apa filosofinya tentang punakawan?

“Saya kan orang Jawa. Punawakan adalah pelindung pendahulunya, sehingga dia bisa menasihati. Filosofinya adalah kita itu tidak bisa menjadi super power, kita harus bekerja sama dan menjadi team work yang solid. Masing-masing orang kan mempunyai kekurangan. Jadi kita harus bisa saling mengisi, sehingga akhirnya suatu keputusan akan menjadi sempurna. Di Bank BTN juga seperti itu, saling mengisi. Kita perlu bergandeng tangan, kalau ingin menjadi solid,” pungkasnya. [] (Naskah: Giattri Fachbrilian/Arif Rahman Hakim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.