Sabtu, 18 September 21

Maroef: Tiga Aspek Harus Dipertimbangkan Jika Freeport Distop

Maroef: Tiga Aspek Harus Dipertimbangkan Jika Freeport Distop
* Maroef Sjamsoeddin.

Jakarta, Obsessionnews – ‎Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin mengaku, setiap kali dia bertemu dengan pejabat negara dirinya menyampaikan tiga aspek yang harus dipertimbangkan pemerintah, bila kontrak karya Freeport tidak diperpanjang.

“Ada aspek politik, sosial dan keamanan yang harus dipertimbangkan pemerintah,” kata Maroef  di ruang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI Kamis (3/12/2015).

Maroef hadir di MKD untuk memberi keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan pelanggaran kode etik Ketua DPR Setya Novanto. Saat itu, Maroef sempat ditanya  mengenai dampak terhadap Freeport dan masyarakat Papua jika kontrak tersebut tak diperpanjang.

Maroef selalu mengatakan, pemerintah akan menghadapi masalah besar jika kontrak karya tidak diperpanjang, baik dari sisi politik, sosial dan keamanan. “Dampaknya akan sangat besar,” kata dia.

Dari sisi politik, Maroef menjelaskan hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika akan terganggu. ‎Menurutnya, Freeport bukan hanya menyangkut urusan bisnis, tapi sudah masuk dalam wilayah sosial masyarakat Papua.

Banyak karyawan dan masyarakat Papua yang tergantung hidupnya dengan Freeport. Ia meyakini akan ada konflik antar suku dan keamanan nasional akan terganggu, apa bila kontrak karya tidak diperpanjang.

“Kalau ditinggalkan, wilayah operasional Freeport dari Tembagapura sampai bawah dimiliki tujuh suku besar. Mungkin antarsuku bisa klaim ini milik saya, ini milik saya,” katanya.

Sementara itu, pemerintah sebelumnya sudah menegaskan, Freeport tidak akan diperpanjang kontraknya, bila perusahaan itu tidak memenuhi syarat yang ditentukan pemerintah, seperti pembangunan semelter dan divestasi. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.