Selasa, 9 Agustus 22

Maret Ini Direktorat Syariah LPDB akan Terbentuk

Maret Ini Direktorat Syariah LPDB akan Terbentuk
* Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kemas Danial.

Jakarta, Obsessionnews.com РDirektorat Syariah, Lembaga Pengelola Dana Bergulir  (LPDB) Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM) ditargetkan terbentuk pada Maret 2017. Direktorat baru itu nantinya khusus menangani pengajuan pinjaman atau pembiayaan dengan pola syariah.

“Maret nanti direktorat syariah akan kami diimplementasikan untuk menjadi bagian dari pola syariah tersebut,” ungkap Direktur Utama LPDB Kemas Danial dalam Rapat Koordinasi Terbatas Bidang Koperasi dan UMKM Tahun 2017 di Jakarta, Selasa (21/1/2017).

Rakor ini dibuka oleh Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, dihadiri para pejabat eselon 1, staf khusus menteri Koperasi UKM, para direktur utama Badan Layanan Usaha (BLU) di lingkungan Kemenkop UKM, perwakilan Kementerian PPNBappenas, OJK, serta para kepala dinas Koperasi UKM seluruh Indonesia.

Kemas mengatakan wacana pembentukan direktorat syariah ini sesuai saran dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyarankan agar penyaluran dana bergulir dengan pola syariah dan konvensional dipisahkan. Rencana ini pun telah disetujui Menkop UKM Puspayoga.

“Persiapan SDM (sumber daya manusia) sudah fit and proper test organisasi, menunggu surat Menpan RB kepada Menkop,” tandas Kemas.

Direktorat syariah terbentuk juga dilatarbelakangi karena prospeknya sangat bagus. Berdasarkan data LPDB-KUMKM, penyaluran dana bergulir dengan pola syariah mencapai Rp 1,48 triliun atau 18,31 persen sampai 31 Desember 2016. Sedangkan, total dana bergulir sebesar Rp 8,08 triliun.

“30 persen dari total dana bergulir Rp 1,5 triliun pada tahun 2017 ini untuk syariah. Tahun ini kita ada direktorat syariah yang mana kalau dilihat dana LPDB sudah bergulir sampai saat ini Rp 8,1 triliun, ada 20 persen untuk syariah,” katanya.

LPDB akan Dapat Suntikan Dana Besar
LPDB telah menyalurkan dana bergulir kepada mitra, yakni koperasi dan UKM, sejak awal 2008 hingga 31 Desember 2016 sebesar Rp 8,08 triliun. Dana disalurkan kepada 965.685 UMKM melalui 4.251 mitra di seluruh Indonesia. Sedangkan pada 2016, dana bergulir mampu terserap 100,55 persen dari total target penyaluran Rp 1 triliun.

LPDB membukukan pendapatan Rp 205,43 miliar atau 130,02 persen pada 2016. Realisasi pendapatan tersebut bersumber dari pendapatan jasa layanan dana bergulir sebanyak Rp 142,29 miliar atau 112,43 persen dari target rencana bisnis dan anggaran (RBA) sebesar Rp 126,54 miliar. Selain itu, dari pendapatan jasa lainnya sebanyak Rp 63,13 miliar atau 444,88 persen dari target RBA Rp 14,08 miliar.

Pada 2016, LPDB memperoleh surplus sebesar Rp 99,01 miliar atau 48,19 persen dari realisasi pendapatan 2016. “LPDB tidak dibebankan oleh pemerintah untuk mencari keuntungan tapi LPDB mempunyai nilai tambah sebesar Rp 1,1 triliun,” tukas dia.

Oleh karena itu, pada tahun 2018 LPDB akan mendapat suntikan dana besar dari pemerintah, sebagaimana harapan dari Presiden Jokowi, untuk penguatan modal usaha pelaku KUMKM di tanah air.

“Mudah-mudahan harapan kami seperti harapan pa presiden bahwa 2018 nanti dana bergulir betul-betul akan diberikan dana lebih besar dari tahun sebelumnya,” ungkap Kemas. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.