Rabu, 5 Oktober 22

Mardani Haramkan Gerakan 2019 Ganti Presiden

Mardani Haramkan Gerakan 2019 Ganti Presiden
* Mardani Ali Sera. (Foto Instagram Pribadi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Gerakan 2019 ganti presiden melalui hastag #2019GantiPresiden sempat berulang kali menjadi trending  topic dan mampu memberikan pengaruh terhadap masyarakat luas karena pergerakannya yang masif. Gerakan ini digagas oleh Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Kini usai pilpres berakhir, Mardani menyatakan gerakan ini tidak boleh dipakai lagi untuk mempengaruhui orang. Bagi Mardani saat ini haram meneriakkan ganti presiden karena pilpres sudah berakhir.

“Per 13 April saya sudah mengharamkan diri tidak boleh teriak lagi ganti presiden. Sudah selesai. Kenapa? Karena itu sudah hari terakhir kampanye. Sekarang apalagi, sudah selesai kompetisinya. Kita kembali normal,” ujar Mardani di Gedung DPR, Jumat (3/5/2019).

Ia pun meminta dua kubu, baik dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin maupun Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, berhenti adu argumen. Menurutnya, masa kampanye sudah selesai, tak perlu saling sahut lagi.

“Sebaiknya BPN tidak mengomentari TKN, dan TKN tidak mengomentari BPN, masing-masing monggo. Kita apresiasi. Siapa pun pemenangnya, nggak usah ketakutan diambil TKN atau BPN kok. Tinggal tekun aja. Nggak usah saling sahut. Karena yang seperti itu membuat di bawah, publik, semakin pecah,” kata Mardani di kompleks DPR, Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Mardani mengatakan saat ini tagar ganti presiden sudah tutup buku dan tidak mau menyanyikan lagi lagunya. Ia mengaku menghormati hasil Pilpres 2019 nanti siapa pun pemenangnya. Apabila Prabowo-Sandiaga menang, akan dia syukuri.

“Ganti presiden sudah tutup buku. Saya nggak mau nyanyiin lagi, nggak mau hashtag lagi, karena itu pada masa kampanye,” ujar Mardani.

“Dan siapa pun yang terpilih nanti, kalau itu sudah melalui proses yang bagus, komplain diselesaikan, itu suaranya rakyat, dan saya harus menghormati. Kalau Pak Prabowo (menang), saya sujud syukur. Kalau Pak Jokowi (menang), ya berarti saya harus mengawal sesuai koridor,” sambungnya.

Menanggapi hal itu, Partai NasDem mengapresiasi seruan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera untuk menghentikan aksi 2019 Ganti Presiden. Namun, NasDem menilai akan lebih baik lagi jika Mardani menyadarkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk menerima kenyataan dari hasil Pilpres.

“Dari awal kampanye kami meyakini Jokowi- Ma’ruf menang Pilpres, dan ternyata tren perhitungan suara memberikan gambaran yang jelas bahwa Jokowi- Ma’ruf akan memenangkan Pilpres 2019. Mungkin Mas Mardani Ali Sera baru sadar sekarang,” kata Sekjen Partai Nasdem, Johnny G Plate, ketika dihubungi, Jumat (3/5/2019).

Menurutnya, tak masalah apabila Mardani baru menyadari soal tanda-tanda kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin tidak dari awal, sebagaimana kemenangan yang diyakini Johnny selaku politikus pendukung Jokowi-Ma’ruf. Mardani baru sadar sekarang. Kesadaran Mardani perlu ditularkan ke Prabowo-Sandi.

“Lebih baik sadar sekarang dari pada lebih terlambat, dan lebih baik lagi jika meyakinkan Pak Prabowo-Sandi bahwa perjuangan mereka sudah sampai pada titik akhir dan sekarang perlu juga lebih realistis dan menerima kenyataan hasil Pilpres dengan lapang dada,” ujar Johnny.

Dihubungi terpisah, Politisi Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago setuju dengan sikap Mardani untuk menghentikan tanda pagar 2019GantiPresiden. Lantaran menurutnya sudah diketahui siapa pemenang dalam kontestasi Pilpres 2019.

“Ganti presiden memang harus tutup buku, karena sudah ada yang menang dan tidak bisa diganti. Rakyat telah memilih dan menolak seruan itu, Allah SWT yang telah mereka minta untuk mengganti pun tidak mau mengganti, kenapa? Karena yang diminta diganti itu adalah hamba-NyA yang sholeh, yang pandai pimpin sholat, berperilaku dan bekerja baik untuk rakyatnya,” ucapnya.

Irma berpendapat hal yang sama juga akan dilakukan oleh para politisi lain. Terkecuali menurutnya orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga memaksakan kehendak untuk melakukan berbagai cara.

“Saya yakin satu demi satu teman teman parpol akan kembali pada sikap yang paham regulasi, hanya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab saja yang tetap ingin memaksakan kehendak dengan berbagai cara, dan saya yakin orang orang seperti ini tidak akan mendapat tempat di Indonesia. Karena rakyat Indonesia masih sangat cinta pada NKRI,” paparnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.