Rabu, 8 April 20

Mantan Presiden Mesir, Hosni Mubarak Tutup Usia

Mantan Presiden Mesir, Hosni Mubarak Tutup Usia
* Mantan Presiden Mesir, Hosni Mubarak. (Foto: dok Herald Sun)

Kairo, Obsessionnews.com – Mantan Presiden Mesir, Hosni Mubarak meninggal dunia dalam usia 91 tahun. Mubarak menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit militer Galaa di Kairo pada Selasa (25/2) waktu setempat, akibat menderita penyakit komplikasi.

Saudara ipar Mubarak, Mounir Thabet mengonfirmasi kabar meninggalnya Mubarak. Thabet menyebut keluarga Mubarak masih ada di rumah sakit dan kantor kepresidenan Mesir akan menggelar upaya pemakamannya.

Sejumlah laporan menyebut Mubarak mengalami penyakit komplikasi, namun tidak ada informasi detail soal penyakitnya. Salah satu anak laki-laki Mubarak, Alaa, mengumumkan bahwa ayahnya berada di bawah perawatan intensif usai menjalani operasi.

Lahir tahun 1928, Mubarak mendaftar ke angkatan udara ketika ia remaja. Ia memainkan peran penting dalam perang Arab-Israel tahun 1973.

Kurang dari satu dekade kemudian, ia menjadi presiden menyusul pembunuhan yang terjadi pada pendahulunya, Presiden Anwar Sadat. Ia juga memainkan peran kunci dalam proses perdamaian Israel-Palestina.

Mubarak pernah memimpin Mesir selama nyaris 30 tahun ini dikenal sebagai wajah kawasan Timur Tengah sebelum dilengserkan militer usai unjuk rasa besar-besaran selama 18 hari tahun 2011 lalu.

Mubarak diketahui memimpin Mesir sejak tahun 1981 lalu hingga lengser tahun 2011. Semasa menjabat, Mubarak dikenal sebagai sekutu Amerika Serikat (AS) dan sangat menentang militansi Islamis.

Di tengah miliaran dolar bantuan militer yang diterima Mesir selagi ia berkuasa, pengangguran, kemiskinan dan korupsi terus tumbuh di Mesir.

Ketidakpuasan memburuk bulan Januari 2011 sesudah ada protes sejenis sebelumnya di Tunisia yang berhasil menjatuhkan presiden. Mubarak kemudian dijatuhkan 18 hari kemudian.

Mubarak menghabiskan tiga dekade menjabat presiden Mesir sebelum adanya gerakan demonstrasi, Arab Spring yang menyingkirkannya.

Ia dinyatakan bersalah berkomplot melakukan pembunuhan terhadap para demonstran dalam revolusi. Putusan ini dibatalkan dan ia dibebaskan pada bulan Maret 2017. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.