Jumat, 2 Desember 22

Mantan Panglima TNI Berbagi Strategi Gerakan dengan Jumhur Hidayat Cs

Mantan Panglima TNI Berbagi Strategi Gerakan dengan Jumhur Hidayat Cs

Jakarta – Puluhan aktivis berkumpul di sebuah tempat di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2015). Mereka membahas soal gerakan penyelamatan Indonesia bersama mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso. Pengundangnya adalah pentolan aktivis diantaranya mantan Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat dan Ferry Juliantono.

“Menurut sejarah, pernah ada tema besar yang bisa menggerakkan orang Indonesia, yaitu merdeka atau mati. Jadi dalam menyelamatkan Indonesia, kita perlu tema besar,” kata Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso saat berbicara dalam forum tersebut.

Sebelum Djoko, ada aktivis ’74 Salim Hutadjulu yang mengkritik pemerintah dan kurang kritisnya mahasiswa masa kini. Lalu ada Mansyuri, Sekjen Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPI) yang mengkritik kebijakan pemerintah terkait pasar tradisional dan reshuffle yang dinilainya kurang tepat.

Djoko pun memberi pengarahan kepada para aktivis soal bagaimana membuat gerakan yang efektif. Pria yang juga pernah menjabat Pangdam Jaya itu mengatakan ada 6 hal yang diperlukan sebuah gerakan agar bisa efektif.

“Anda harus punya strategi, alat dan metodenya apa. Lalu struktur, kemudian bagaimana mengatur kecepatan manuver, dan perlu dukungan media. Dan yang terakhir perlu adanya tokoh-tokoh,” tandas Mantan Panglima TNI.

Ferry dan Jumhur lebih banyak mendengarkan pernyataan para aktivis yang bergantian bicara, yang isinya mengkritik pemerintah. Namun Ferry sempat menggelorakan keinginan untuk mewujudkan gerakan penyelematan Indonesia.

“Yang pasti melihat kondisi Indonesia seperti ini, walaupun sudah masuk ke dunia akademis, tapi saya ingin turun lagi, bergabung lagi dengan kawan-kawan untuk bersama-sama melaksanakan gerakan ini!” serunya. (dtc)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.