Sabtu, 27 November 21

Mantan Ketua KPK: Indonesia? Sekarang Sudah Nggak Ada!

Mantan Ketua KPK: Indonesia? Sekarang Sudah Nggak Ada!
* Taufiqurrahman Ruki.

Jakarta, Obsessionnews.com – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiqurrahman Ruki mempertanyakan kehadiran negara Indonesia saat ini. Ia menilai Indonesia kini telah punah. Salah satu sebabnya banyak barang  impor yang masuk ke Indonesia.

“Siapa kita ini? Indonesia? Indonesia sekarang sudah nggak ada lagi. Kita tidak punya kemandirian. Bank Mandiri utangnya sudah banyak. Kita sudah dipatroli oleh China. Mari rebut keindonesiaan kita. Dari siapa?” ujar Taufiqurrahman bersemangat dalam acara deklarasi “Rumah Amanah Rakyat” di Jalan Cut Nyak Dien No.5 Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2016).

Ruki menjelaskan, saat ini seperti barang sejenis bra atau BH saja merupakan produk impor dari luar negeri. Ia mengajak agar merebut kembali Indonesia yang kini tengah dijajah ini.

“Dulu orang-orang pake BH bikinan Citayam, sekarang orang Citayam enggak ada lagi yang jualan. Saya bekas agen soalnya. Mandiri apa, mandiri apa? Kita tidak punya lagi kemandirian,” jelasnya.

Tak hanya itu, lulusan terbaik Akademi Kepolisian 1971 ini menjelaskan, martabat, kedaulatan dan kemandirian bangsa sudah terinjak-injak. Sebut saja, bagaimana pengusaha dan pemilik The Royal Golden Eagle International Sukanto Tanoto di dalam sebuah wawancara dengan televisi di China, yang dengan gamblangnya menyebutkan Indonesia adalah ayah angkatnya, sementara China sebagai ayah kandungnya.

“Hari ini baca, Sukanto Tanoto, dia bilang Indonesia cuma bapak angkatnya, bapak kandungnya China. Dia lahir di sini, gede (besar) di sini, kawin di sini, bisnis di sini, ngemplang pajak juga di sini. Begitu dia di China, dia bilang bapak angkat gue tuh Indonesia, bapak kandungnya China,” tuturnya. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.