Selasa, 28 September 21

Mandiri Inhealth Bersinergi dengan BPJS Kesehatan

Mandiri Inhealth Bersinergi dengan BPJS Kesehatan

Jika banyak perusahaan asuransi kesehatan swasta melihat kehadiran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai tantangan, Mandiri Inhealth justru meresponsnya sebagai sebuah peluang. Melalui produk Managed Care, Mandiri Inhealth menerapkan mekanisme Coordination of Benefit (COB) dengan skim JKN dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Dengan mekanisme COB ini, korporasi dapat mengurangi dampak double payment atas pertanggungan karyawan, karena sebagian klaim dapat ditanggung dalam skim JKN. Mandiri Inhealth sudah sangat familiar dengan JKN karena selama ini telah menyelenggarakan skim serupa (managed care) yang merupakan core business sejak awal pendirian yang semakin diperkuat sejak dialihkannya ke Bank Mandiri dan bersinergi dengan Kimia Farma dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) pada 2014 lalu.

“Dengan produk Mandiri Inhealth, masyarakat dapat menikmati manfaat gabungan dari kepesertaan skim JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan melalui mekanisme Coordination of Benefit (COB),” terang Direktur Utama Mandiri Inhealth, Iwan Pasila.

Keunggulan dari COB di antaranya menawarkan kecepatan dan kenyamanan pelayanan kesehatan yang lebih baik. COB program JKN dan produk Managed Care Platinum Mandiri InHealth misalnya, peserta asuransi tidak perlu lagi harus ke puskesmas untuk dirujuk ke rumah sakit besar. Mereka bisa langsung ke dokter spesialis tanpa rujukan. Hal itu tentu berbeda dengan peserta yang mengantongi JKN atau BPJS Kesehatan saja karena harus melalui rujukan puskesmas atau klinik jika ingin ke dokter spesialis.

Selain Managed Care Platinum, Mandiri Inhealth juga menawarkan produk lainnya yang terbuka untuk COB, seperti silver, gold, dan diamond. Bahkan untuk peserta COB Managed Care Diamond bisa langsung berobat ke luar negeri. Sementara untuk Managed Care Gold, bisa langsung ke empat dokter spesialis dan sisanya tetap harus melalui rujukan. Kelebihan utama dari COB ini adalah pemberian manfaat yang luas atau tanpa platform karena telah bekerjasama dengan BPJS.

Untuk mengikuti program COB, peserta perusahaan harus terlebih dahulu melakukan upgrade asuransi kesehatannya ke program COB. Saat ini sudah terdaftar sekitar 1.000 badan usaha yang menjadi pemegang polis Mandiri Inhealth dengan jumlah peserta sekitar 1 juta jiwa. Di antara 1.000 badan usaha yang ada, terdapat sekitar 150 badan usaha yang sudah memanfaatkan produk managed care dengan mekanisme COB ini.

Perkembangan landscape perlindungan asuransi kesehatan saat ini telah memasuki era baru dengan penerapan skim JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Mandiri Inhealth melihat tren tersebut sebagai inisiatif yang sangat baik, tidak hanya bagi negara dalam menyediakan pendanaan kebutuhan pengelolaan kesehatan secara nasional, namun juga baik bagi rakyat Indonesia karena perawatan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan medis dan tidak berlebihan.

Menurut Iwan, pelaksanaan skema JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan memiliki tujuan yang baik pada jangka panjang, yaitu mengefisienkan biaya kesehatan yang tumbuh dengan sangat cepat. Namun, ia mengingatkan, meski pencapaian ini akan membawa Indonesia setara dengan beberapa negara di kawasan ASEAN, efisiensi dan efektivitas penggunaan biaya kesehatan perlu diperhatikan secara sungguh-sungguh agar dampaknya positif bagi tingkat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Dan dalam upaya mendukung pelaksanaan skim JKN, Mandiri Inhealth akan berkontribusi secara aktif melalui pemasaran produk Managed Care dengan mekanisme COB sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia yang dapat dilindungi kebutuhan kesehatannya.

“Kami juga terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama. Hal ini bertujuan untuk mendorong masyarakat Indonesia terbiasa dengan pola pelayanan Managed Care yang memberikan pelayanan kesehatan dengan kendali mutu dan kendali biaya,” Iwan menerangkan.

Di tengah perubahan landscape pasar asuransi kesehatan kumpulan dan kondisi perekonomian yang sedang bergejolak, Mandiri Inhealth mampu bertahan bahkan bertumbuh dengan mencatat pertumbuhan premi bruto sekitar 4% menjadi Rp.1,15 triliun sampai dengan akhir September 2015.

“Kami juga telah mengupayakan beberapa penyesuaian produk untuk mengantisipasi kondisi ini,” tuturnya.

Sementara untuk 2016, Mandiri Inhealth menargetkan bisa bertumbuh di atas rata-rata industri dalam rangka memperbesar marketshare.

Untuk itu, Mandiri Inhealth akan terus mengembangkan produk Managed Care dengan skim COB karena potensi untuk pasar asuransi kesehatan kumpulan yang masih sangat besar. “Kami juga melihat bahwa keberadaan skim JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan akan meningkatkan awareness masyarakat akan pentingnya perlindungan asuransi kesehatan dan juga akan semakin mendorong skim managed care yang mengutamakan pelayanan berjenjang dalam pelayanan kesehatan,” tutur Iwan.

Semakin Dekat dengan Masyarakat

Menyadari bahwa kualitas pelayanan ditentukan oleh moment of truth ketika peserta memperoleh pelayanan kesehatan, Mandiri Inhealth terus berupaya mendekatkan diri dengan masyarakat, khususnya para peserta asuransi Mandiri Inhealth. Salah satunya dengan cara membuat suatu aplikasi yang dapat diunduh pada smartphone peserta, yaitu aplikasi Mandiri Inhealth Customer Mobile dan aplikasi CRM (Customer Relationship Management). Kedua aplikasi tersebut baru diluncurkan pada 28 Oktober 2015 lalu.

Aplikasi Mandiri Inhealth Customer Mobile berbasis iOS dan Android dirancang untuk memudahkan peserta melihat benefit, klaim, dan informasi provider. Sementara itu, aplikasi CRM (Customer Relationship Management) merupakan aplikasi berbasis web yang bertujuan untuk membantu para Person In Charge (PIC) dari badan usaha untuk langsung melakukan update data kepesertaan sehingga proses aktivasi kepesertaan menjadi lebih mudah dan lebih cepat. “Kami juga ingin terus semakin dekat dengan para peserta sekaligus memudahkan peserta memperoleh layanan kesehatan,” kata Iwan.

Ke depan, Mandiri Inhealth akan terus meningkatkan kualitas pelayanan di seluruh provider yang bekerja sama dengan Mandiri Inhealth sehingga peserta dapat dilayani dengan kendali mutu dan kendali biaya pada saat membutuhkan pelayanan kesehatan. (Suci Yulianita/Men’s Obsession)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.