Sabtu, 4 Desember 21

Manajer Sepakbola Kulit Hitam Susah Cari Pekerjaan

Manajer Sepakbola Kulit Hitam Susah Cari Pekerjaan
* John Barnes mengatakan ia kesulitan mendapatkan pekerjaan sebagai manajer karena warna kulitnya. (bbc.co.uk)

London – Mantan pemain sayap England dan Liverpool John Barnes mengatakan para manajer berkulit hitam kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan baru setelah dipecat oleh sebuah klub.

Mantan manajer berusia 51 tahun, yang pernah mengelola Celtic dan tim nasional Jamaica, tidak mendapatkan pekerjaan untuk melatih sejak dipecat oleh klub Tranmere pada bulan Oktober 2009.

“Jika seorang manajer berkulit putih kehilangan pekerjaan, dia bisa mendapatkan pekerjaan baru,” kata Barnes.

“Sangat sedikit manajer berkulit hitam yang kehilangan pekerjaan dan bisa mendapatkan pekerjaan lain.”

Barnes mengatakan dalam sebuah film dokumenter mengenai dirinya yang berjudul John Barnes: Kisah Kehidupan Olahraga untuk saluran ITV, “Saya menilai dari apa yang saya lihat di masyarakat. Berapa banyak orang berkulit hitam berada di eselon tinggi di dalam industri apa pun? Kita bisa bicara tentang jurnalisme, politik, jadi mengapa sepakbola bisa berbeda?”

Saat ini ada enam manajer yang berlatar belakang kulit hitam dan suku minoritas yang dipekerjakan oleh klub-klub Inggris: Chris Ramsey (QPR), Chris Powell (Huddersfield), Chris Hughton (Brighton), Fabio Liverani (Leyton Orient), Keith Curle (Carlisle) dan Jimmy Floyd Hasselbaink (Burton).

Pada bulan Maret lalu, mantan bos Newcastle, Birmingham dan Norwich, Hughton adalah satu-satunya manajer berkulit hitam di lima divisi top Inggris. (BBC Indonesia)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.