Minggu, 28 November 21

Manajemen Transjakarta Buruk, Seharusnya Berkaca pada PT KAI

Manajemen Transjakarta Buruk, Seharusnya Berkaca pada PT KAI
* Ketua Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas.

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas mengkritik pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal ratusan karyawan PT Transjakarta (TJ) sepanjang tahun 2016. Ia menilai hal itui membuktikan manajemen Transjakarta buruk dan merugikan banyak pihak.

“Aturannya karyawan itu dibina, tapi ini malah dibinasakan. Seharusnya berkacalah pada PT KAI (Kereta Api Indonesia), ” ucap Darmaningtyas seusai diskusi mediasi denga para eks karyawan Transjakarta di gedung Sarinah, Jakarta, Selasa (6/9/2016) sore.

Diskusi bersama eks pegawai Transjakarta di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat (6/9/2016).
Diskusi bersama eks pegawai Transjakarta di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat (6/9/2016).

Adanya pengaduan sejumlah eks karyawan PT TJ ke Komnas HAM karena di-PHK menunjukkan bahwa ada persoalan manajerial yang tidak bisa dipungkiri, apapun latar belakangnya.

Sebagai referensi, kata Darmaningtyas,  untuk memberikan penilaian secara objektif terhadap masalah ini, PT TJ dapat belajar dari transportasi di PT KAI yang dapat dikatakan berjalan mulus. Ketika itu  tanpa gejolak PT KAI di bawah kepemimpman Ignatrus Jonan mampu mengubah kultur layanan KAI menjadi lebih manusrawi dan secara korporasi untung, tanpa menimbulkan gejolak akibat PHK yang dilakukan oleh pihak direksi.

Bayangkan, banyak diantara mereka yang bekerja sebagai operator, karyawan, pengemudi telah bekerja lebih dari lima tahun.

“Seharusnya mereka dimuliakan, bukan di-PHK secara sepihak,” ucapnya.

Sementara perwakilan Dewan Transportasi Kota DKI Jakarta, David Tjahjana, yang turut dalam diskusi ini menyatakan belum mengetahui secara detail permasalahan dari eks karyawan PT TJ.

“Dari undangan ini kita mau melihat permasalahnnya seperti apa. Mungkin dengan data-data ini seperti apa dicari jalan keluarnya,” katanya.

Diketahui sebagian besar dari eks karyawan TJ yang telah bekerja di atas lima tahun ini tidak memiliki dokumen perjanjian kontrak kerja, karena memang tidak diberikan oleh perusahaan TJ. (Popi Rahim)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.