Minggu, 3 Juli 22

Manajemen Mutu untuk Operasi Penerbangan

Manajemen Mutu untuk Operasi Penerbangan
* Pandji R Hadinoto

Quality Management for Flight Operations

Kepada Yth Pemangku Kebijakan Penerbangan Indonesia

Terangkatnya Black Box Boeing 737 Max 8 Lion Air JT610 pada hari ‎Kamis 1 Nopember 2018 di laut pantai utara Rengasdengklok Krawang sungguh patut diapresiasi, berkat kerja keras dan kerjasama terbaik berbagai lembaga negara dan masyarakat peduli di bawah komando Basarnas .

Apresiasisi ini membersit pemikiran perlunya pengawasan berlapis berupa proses mekanisme pengendalian‎ mutu kelolaan operasi penerbangan yang kini dikatakan para pakar sebagai mesin terbang serba digital sehingga menuntut mutu operator pesawat terbang sebagai manager tidak saja selaku driver dan perawat pesawat terbang yang lebih berkemampuan luar biasa.

Quality Management System pernah kami kenali di tahun 1980an bagi kelolaan operasi produksi industri proses yang menurut kami konsepsinya dapat pula diterapkan kini bagi operasi mesin penerbangan serba digital ‎guna menambah lapisan kelolaan pemastian & kepastian terhadap produk kelolaan teknis dan non teknis daripada terapan standard operation procedures yang sedang dan akan diberlakukan.

Dengan demikian, kemajuan teknologi mesin terbang diimbangi pula dengan kemajuan sistim pengendalian operasi dan pemeliharaan/perawatan mesin terbang canggih itu sendiri agar selalu tercapai situasi dan kondisi bebas operasi terbang gagal dan fatal.

Pendapat di atas adalah dari pengamatan berita-berita terkait dan telaah-telaah para pakar penerbangan di layar kaca, semoga lebih kurangnya bermanfaat bagi masukan kepada Yth Pemangku Kebijakan Penerbangan Indonesia.

Jakarta, 2 Nopember 2018

Salam Indonesia Jaya,

Pandji R Hadinoto
www.jakarta45.wordpress.com

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.