Selasa, 26 Oktober 21

Malu Ketuanya Jadi Tersangka, Yorrys Desak Novanto Mundur

Malu Ketuanya Jadi Tersangka, Yorrys Desak Novanto Mundur
* Yorrys Rahweyai.

Jakarta, Obsessionnews.com – Dengan ditetapkannya Setya Novanto sebagai tersangka korupsi proyek e-KTP muncul gejolak di internal Partai Golkar. Korbid Polhukam Golkar Yorrys Raweyai menjadi salah satu kader yang meminta Novanto legowo untuk mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPR.

“Setahu saya harus diganti. Saya bicara dalam kapasitas sebagai salah satu ketua di partai, kita juga konsolidasi menyikapi secara arif dan bijaksana,” ujar Yorrys saat dihubungi, Jumat (28/7/2017).

Yorrys sadar bahwa Novanto adalah Ketua Umum Golkar. Sebagai kader tentu ia akan hormat dengan pimpinanya. Namun jika seorang pemimpin sudah terjerat kasus hukum terlebih korupsi maka, untuk menyelamatkan partai, mundur dari jabatan adalah sesuatu tidak bisa ditolerir.

“Bagaimana pun beliau ketum kita, tapi masalah ini nggak bisa kita tolerir,” jelasnya.

Sebagai kader Yorrys mengaku malu dengan Golkar saat ini. Novanto yang harusnya punya tanggung jawab besar mengangkat citra partai justru malah tersandung korupsi. Bahkan, dia masih sempat memimpin sidang paripurna.

Agar persoalan ini cepat berakhir, Yorrys meminta Fraksi Partai Golkar segera mengambil tindakan tegas. Novanto kata dia, diminta untuk fokus menghadapi proses hukum yang ada di KPK. Dengan status tersangka Novanto bisa sewaktu-waktu dipanggil dan ditahan.

“Muka kita di mana kalau yang memimpin sidang notabene jadi tersangka? Apakah dia tersangka selamanya? Belum tentu kan? Tapi kalau KPK sudah menetapkan tersangka, ada upaya hukum yang ditingkatan, kan hari ini dipanggil sebagai tersangka. Kalau nanti ditahan bisa ribut, kan nggak bagus,” cetusnya.

Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka baru kasus e-KTP berdasarkan hasil gelar perkara yang sudah dilakukan penyidik KPK. Ketua KPK, Agus Rahardjo mengatakan, penetapan tersangka sudah dilakukan dengan bukti permulaan yang cukup. Mantan Ketua Fraksi Golkar di DPR itu diduga menguntungkan diri sendiri atau korporasi.

Keterlibatan Novanto di kasus e-KTP terungkap setelah namanya disebut beberapa kali dalam persidangan e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta. Pertama kali nama Novanto disebut dalam pembacaan dakwaan terhadap dua terdakwa yang merupakan mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto, 9 Maret 2017.

Proyek pengadaan e-KTP tahun 2011-2013 ini nilainya mencapai Rp 5,9 triliun. Namun karena dikorupsi, negara mengalami kerugian hingga Rp 2,3 triliun. Pada kasus itu, selain Setya Novanto, KPK telah menjerat Andi Agustinus alias Andi Narogong, Politikus Partai Gokar Markus Nari, serta dua pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.