Senin, 30 Januari 23

Maling Bagasi Pesawat Bandara A Yani Dibekuk!

Maling Bagasi Pesawat Bandara A Yani Dibekuk!
* Kapolsek Semarang Barat, Kompol Cahyo Widyatmoko (kiri) memperlihatkan jam tangan Rolex yang dicuri pelaku, Priyo Adi Wicaksono (kanan)

Semarang, Obsessionnews – Pelaku pembobolan bagasi yang sering membuat resah penumpang pesawat di Bandara Internasional Ahmad Yani berhasil dibekuk jajaran petugas Angkasa Pura dan Kepolisian Sektor Semarang Barat. Sebelumnya, sebuah tas milik penumpang bernomor penerbangan GA 246 dirobek dan dicuri barang berharga di dalamnya pada Senini (28/12/2015) lalu.

Adalah Priyo Adi Wicaksono (24) warga Jalan Wologito, RT 02/RW 06 Kembang Arum, Semarang Barat yang juga karyawan ground handling PT Gapura Angkasa berani mencuri sebuah jam tangan merk Rolex, seharga Rp 35 juta milik penumpang maskapai Garuda Indonesia. PT Gapura Angkasa sendiri diketahui adalah rekanan handling ground dari Garuda Indonesia.

Dalam gelar perkara yang diselenggarakan di Markas Kepolisian Sektor Semarang Barat, pelaku mengaku belajar mencuri dari senior-seniornya yang juga bekerja di perusahaan yang sama. “Saya belajar dari senior. Awalnya saya tugas jagain, terus coba-coba mencuri sendiri,” ujarnya kepada awak media, Senin (4/1/2015).

Modus yang digunakan pelaku tergolong cerdik. Pelaku membobol tas penumpang, saat diturunkan dari pesawat yang kemudian dimuat ke mobil pengantar barang bagasi usai pesawat mendarat. Dalam aksinya, pelaku menggunakan bolpoin untuk menyodet tas. Setelah menyodet, resleting tas ditarik maju-mundur dan kemudian terbuka.

“Kalau tasnya ndak pakai gembok ya saya buka aja. Kalau pakai gembok, saya pakai cara itu (memakai bolpoin),” terang dia.

Pelaku pun memilih tas secara acak. Pelaku yang sudah bekerja selama tiga tahun ini, mengaku menjual hasil curian ke teman-teman dekatnya. Hasil terbanyak yang pernah ia raih mencapai Rp 1 juta. Pihak kepolisian pun menyita sejumlah barang bukti, antara lain tiga buah handphone, dua buah jam tangan Rolex, dan satu buah tas bermerk Mont Blanc.

“Biasanya barangnya saya tawarin ke temen. Yang saya ambil handphone, jam tangan, kadang uang juga,” kata pria tamatan SMP tersebut.

Jam tangan merk Rolex ini ditaksir mencapai harga puluhan juta rupiah. Pelaku mengaku kebingungan ketika akan menjual hasi curiannya ini.
Jam tangan merk Rolex ini ditaksir mencapai harga puluhan juta rupiah. Pelaku mengaku kebingungan ketika akan menjual hasi curiannya ini.

Kapolsek Semarang Barat, Kompol Cahyo Widyatmoko mengatakan, masih terus akan mengembangkan kasus pencurian ini. Pasalnya, dari pengakuan tersangka, diketahui terdapat sejumlah pelaku lain yang melakukan kejahatan serupa.

“Dia menyebutkan siapa-siapa yang telah melakukan aksi serupa. Dari situ kita akan bekerja sama untuk mengungkap kasus ini,” kata Cahyo.

Diduga kuat, kasus kejahatan ini sudah mengakar kuat di perusahaan penyedia jasa handling ground. Sebab, tersangka berulang kali menyebut bahwa para seniornya berulang kali melakukan pencurian bermodus sodet tas. Pihaknya pun berharap agar perusahaan dimaksud, segera melakukan evaluasi terkait pencurian tersebut.

“Kami berharapnya perusahaan penyedia jasa ini segera mengganti seluruh karyawannya. Supaya tidak ada lagi seperti Priyo ini,” tambahnya.

Pelaku kini harus mendekam di sel tahanan Polsek Semarang Barat untuk penyelidikan lebih lanjut. Pelaku juga dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara.

Terpisah, General Manager PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Ahmad Yani, Priyo Jatmiko menghimbau agar para calon penumpang lebih berhati-hati saat menyimpan barang berharga di dalam tas bawaan. Dia mengaku, akan lebih memperketat pengamanan di dalam Bandara. “Kami akan memperketat keamanan untuk keselamatan, dan kenyamanan penumpang,” terangnya di Bandara Ahmad Yani

Sementara itu, perwakilan dari Ground Handling Gapura Angkasa, I Made Kariada tempat pelaku bekerja mengaku akan menindak tegas atas ulah yang dilakukan karyawannya itu. “Dia sudah tiga tahun bekerja. Kalau memang terbukti tentu akan kami lakukan pemutusan hubungan kerja, ” tegasnya. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.