Minggu, 29 Mei 22

Malaysia Segera Larang Warga Kelahiran 2005 ke Atas Beli Rokok

Malaysia Segera Larang Warga Kelahiran 2005 ke Atas Beli Rokok
* Ilustrasi rokok. (Foto: Grid.id)

Pemerintah Malaysia segera melarang penjualan rokok kepada warga kelahiran 2005 ke atas. Kebijakan Malaysia untuk melarang warga kelahiran di atas tahun 2005 untuk membeli rokok ini diterapkan setelah undang-undang larangan pembelian rokok tersebut disahkan tahun ini.

Menteri Kesehatan Malaysia, Khairy Jamaluddin, berharap undang-undang larangan pembelian rokok tersebut dapat segera disahkan. “Ini dengan menjadikan penjualan tembakau dan produk rokok lain ilegal untuk semua orang yang lahir setelah 2005,” tegas Jamaluddin dalam Rapat Dewan Eksekutif WHO di Jenewa, Swiss, Rabu (26/1/2022), sebagaimana dikutip The Star.

Jamaluddin menilai aturan ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengendalian dan pencegahan penyakit tak menular.

Sebelumnya, Khairy memang sudah menuturkan bahwa ia akan mengajukan Undang-Undang Tembakau dan Pengendalian Rokok itu di pertemuan parlemen mendatang.

Jamaluddin menilai aturan ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengendalian dan pencegahan penyakit tak menular.

Sebelumnya, Khairy memang sudah menuturkan bahwa ia akan mengajukan Undang-Undang Tembakau dan Pengendalian Rokok itu di pertemuan parlemen mendatang.

Kebijakan tersebut dirancang untuk mengatur penjualan rokok dan vape. Aturan ini juga dibuat sebagai upaya untuk membuat generasi baru tak lagi merokok.

Beberapa organisasi non-profit (NGO), seperti Asosiasi Kesehatan Ikram, MyWatch, Asosiasi Farmasi Malaysia, dan Komunitas Kanker Nasional, mendukung undang-undang baru ini.

Kebijakan ini terinspirasi dari rancangan hukum Selandia Baru yang melarang penjualan rokok untuk generasi masa depan. Negara itu akan melarang kelompok remaja membeli rokok seumur hidup.

Aturan tersebut bakal diterapkan pada 2027 mendatang. Regulasi ini berlaku untuk warga kelahiran setelah 2013, atau yang akan memasuki usia 14 tahun saat undang-undang itu berlaku.

“Kami ingin memastikan remaja tidak akan pernah mulai merokok, jadi kami akan menjadikan penjualan dan suplai rokok tembakau sebagai pelanggaran untuk kelompok remaja baru,” tandas Menteri Kesehatan Persemakmuran Selandia Baru, Ayesha Verrall, dikutip CNN Indonesia. (*/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.