Selasa, 25 Januari 22

Maksimalkan Kredit Melawan Rentenir

Maksimalkan Kredit Melawan Rentenir
* Ridwan Kamil (kanan)

Bandung, Obsessionnews – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil melantik Direktur PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bandung Rio Zakaria untuk periode 2016-2020 menggantikan Mimin Mintarsih.

Acara Pelantikan dilaksanakan di Audiotorium Balaikota Bandung, Jalan Wastukancana No 2, Rabu (6/1). Hadir juga Wakil Walikota Bandung Oded M Danial serta jajaran pejabat SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.

Ridwan Kamil menyampaikan kepada direktur yang baru agar bisa menjalankan perusahaannya sesuai aturan dengan memegang komitmen penuh dan tanggung jawab.

Menurutnya, dengan begitu roda kepemimpinan akan berjalan dengan lancar. Selain itu juga ia mengharapkan agar memaksimalkan program kredit melati sebagai carai inovasi untuk menanggulangi kemiskinan Kota Bandung.

Wali Kota Bandung mengatakan, banyak warganya yang masih terjerat rentenir dengan bunga bisa mencapai 15-20 persen per bulan. Maka dari itu untuk saat ini ia mengintruksikan PD BPR untuk melawan rentenir dengan berfokus pada usaha mikro kredit.

Ia mengatakan sampai Desember 2015 kemarin kredit sudah diberikan kepada 1200 kelompok dan 1000 kepada perorang. “Total kredit mendekati Rp 17 Milliar. Jadi rata-rata perorang itu dikasih kredit Rp 2-3 juta,” ujarnya.
Ridwan menambahkan, untuk kredit melati ada biaya administratif sebesar 6-8 persen pertahun dan sudah mencapai 7000 penerima kredit. Walikota yang gemar berpeci ini mengutarakan jika kondisi BPR baru pertama kalinya bisa membukukan profit Rp.2 Milliar dengan sebelumnya hanya menerima Rp 900 juta.

Ia juga meminta kepada direksi PD BPR agar bekerja keras untuk bisa mencapai 100 ribu penerimaan kredit sehingga bisa menjadi wirausahawan baru. “Saya kasih target 3 tahun perbesar sistemnya untuk mencapat 100 ribu target wirausaha,” ungkapnya

Sementara itu menurut Direktur Utama PD BPR Acep Heri Suhana, dari 7000 penerima kredit melati itu kebanyakan dari pedagang seperti penjual gorengan, bubur, mie ayam dan industri rumahan. “Mereka menggunakan kredit melati maksimal yang sudah terbiasa itu Rp 1 juta,” paparnya.

Acep juga menerangkan jika sudah ada yang kredit sampai Rp 30 juta yang dilakukan oleh para pengusaha konveksi. Mereka meminjam dengan menggunakan jaminan seperti mobil dan rumah. Ia pun menuturkan para peminjam kredit banyak yang usahanya maju, itu terlihat dari kemampuan membayarnya semakin meningkat.

“Yang sudah dikasih pinjam usahanya maju. Itu terlihat dari jumlah peminjam sekarang meningkat dari yang biasanya satu juta. Kemampuan membayar juga meningkat melunasi sebelum waktunya,” tandasnya. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.