Minggu, 3 Juli 22

Makar dan Pembubaran HTI

Makar dan Pembubaran HTI
* Aksi massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Oleh: Muslim Arbi, Aktivis 66

 

Tak ada hujan, tak ada angin. Tau-tau Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dibubarkan. Begitu juga, kita kaga paham. Kok tiba-tiba ada tuduhan makar pada sejumlah Tokoh-tokoh Pergerakan beberapa waktu lalu.

Katanya, ini negeri demokrasi dan hormati ham. Kok bisa ya pemerintah lakukan pembubaran ormas dengan alasan yang sumir? Publik dibikin lier euy. Iye teh demokrasi naon?

Semalam, saya, di undang teman2 HTI Jatim di sebuah resto Sop Buntut. Ya, semacam sharing2 aja. Seperti kawan yang kena musibah kita datang dan hibur. Padahal ini bukan musibah, kata saya mah. Pembubaran HTI oleh Pak Menkopolhukam, konon atas perintah Presiden itu, semacan iklan gratislah.

Makanya, semalam. Saya lebih banyak guyon ke teman2 HTI, ga usah panik lah. Wong nanti juga pembubaran HTI ini, mirip-mirip isu makar beberapa waktu lalu. Nanti juga lenyap ditelan bumi, kok.

Semalam itu, sy semacam tabayyun. Apa sih dosa HTI sehingga harus bubar? Di jawab Humas HTI Jatim. “Kami juga bingung”. Nah HTI sendiri bingung, dosa nya apa? Hehehe.

Justru, silaturahmi dadakan, karena Siang batu faoat WA dari Mas Abduk Somad dari PKDA. Silaturahmi dadakan semalam juga turut hadir teman2 dari Rumah Pancasila, Majelis Mujahidin, Ziyad Fallahi, Ustadz Mustari dari Makassar, dari Gresik. Lebih seru karena cerita Ustadz Mustari soal pelarangan HTI bikin acara di Lapangan Kerobosi Makassar beberapa waktu lalu.

Di akhir acara, saya di minta kesaksian yang di rekam oleh moderator, yang nama nya belum kenal. Saya minta supaya pembubaran HTI oleh Pemerintah di batalkan saja. Justru pemerintah harus bantu HTI untuk bina Umat. Aksi-aksi massa HTI di beberapa kali saat partisipasi bela Islam. Sangat Cool dan Damai. Wong HTI berjuang untuk benahi negeri ini dengan nawaitu suci dan ikhlas demi NKRI.

Juga, saya imbau pemerintah dan aparat untuk tertibkan unjuk rasa, yang cenderung anarkis dan melampau batas waktu aksi sesuai aturan demonstrasi, seperti di Depan LP Cipinang. Yang ujung2 spy jadi alasan Napi Penista Agama di pindahkan ke Mako Brimob.

Alhasil, kepada teman2 HTI, cool saja hadapi semua ini. Jika harus ke Pengadilan untuk bela Hak2 Demokrasi, tempuh dengan cara dan kaidah2 Islami. Insya Allah, kejadian pembubaran HTI ini. Semacam sengsara membawa nikmat. Pasti ada blessing in disguse. Barakallah. Wallahu’alam.

Mojokerto, 15 Mei 2017

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.