Senin, 4 Juli 22

Makanan Halal Indonesia Ditargetkan Jadi Nomor 1 Dunia

Makanan Halal Indonesia Ditargetkan Jadi Nomor 1 Dunia
* Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Aqil Irham (berbatik biru) menyampaikan pemerintah menargetkan makanan halal Indonesia menjadi nomor 1 dunia di 2023. (Foto: Kemenag)

Obsessionnews.com – Pemerintah menargetkan makanan dan minuman halal Indonesia menjadi nomor satu dunia di 2023.

 

Baca juga:

Meriahkan Idul Fitri, Ha-Ka Resto Hadirkan Paket Halalbihalal

Kurniasih Mufidayati Minta Pemerintah Laksanakan Putusan MA Soal Vaksin Covid-19 Halal

 

 

Hal ini disampaikan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) Aqil Irham saat menghadiri Halal Industry Event, di Thamrin City, Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Dalam event yang juga dihadiri Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin ini juga diluncurkan State of The Global Islamic Economy (SGIE) Report 2022. Dalam laporan yang dirilis oleh DinarStandard ini disebutkan, bahwa Indonesia menempati peringkat dua dunia untuk kategori makanan dan minuman halal (halal food and beverages), serta peringkat empat untuk pengembangan ekonomi syariah.

“Makanan dan minuman halal (halal food & beverages) Indonesia kita targetkan akan menjadi nomor satu dunia pada 2023. Sementara industri busana sopan (modest fashion) Indonesia akan menjadi nomor satu dunia pada 2024,” ungkap Aqil.

Hal ini, lanjutnya, sejalan dengan kebijakan Presiden Joko Widodo ( Jokow)i dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk menjadikan Indonesia sebagai hub global bagi industri makanan dan minuman halal di 2024.

“Ini sekaligus telah dicanangkan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi untuk mewujudkan Indonesia Maju,” tutur Aqil.

Dikutip dari situs Kemenag, Rabu (25/5), dalam kesempatan itu Aqil menuturkan, untuk mendorong tercapainya hal tersebut BPJPH telah meluncurkan Program Sertifikasi Halal Gratis atau Program SEHATI bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

“Kita targetkan, sampai akhir tahun ini ada 10 juta produk bersertifikat hlal yang akan dikeluarkan melalui program SEHATI,” cetus Aqil.

Untuk memenuhi target tersebut, BPJPH telah melakukan self-declaration sertifikasi Halal, khususnya bagi UMK/UMK dengan skema pendampingan PPH (Proses Produk Halal); serta memperbanyak LPH (Badan Pemeriksaan Halal). Sejumlah pelatihan juga telah diadakan untuk pendampingan PPH, supervisor halal, auditor, asesor, dan rumah potong hewan (RPH).

Dalam kesempatan tersebut Aqil yang juga mendampingi Wapres Ma’ruf Amin meresmikan Halal Center Indonesia mengapresiasi keterlibatan pengusaha ritel yang membuka peluang bagi para UMKM penyedia produk halal. “Kolaborasi dan kerjasama yang baik ini penting untuk diteruskan guna mendukung perkembangan masa depan Indonesia di pasar halal global,” tutur Aqil. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.