Kamis, 9 Desember 21

Majalah ‘The Sun’ Inggris Diboikot Fans Liverpool dan Dilarang Beredar

Majalah ‘The Sun’ Inggris Diboikot Fans Liverpool dan Dilarang Beredar

Selama beberapa dekade, fans Liverpool – dan orang-orang yang tinggal di kota, atau yang berdekatan dengan mereka – telah memboikot The Sun, dengan beberapa agen menolak untuk menjual surat kabar tersebut dan yang lainnya bahkan menolak untuk mengatakan namanya, dengan mereka menyebut “The S*n” atau “The Scum”.

Sejak liputan The Sun tentang Bencana Hillsborough pada tahun 1989, surat kabar tersebut telah disingkirkan di banyak kota – dan inilah alasannya.

Ketenaran The Sun terkait dengan kota Liverpool telah menonjol sejak bencana Hillsborough yang terjadi pada tahun 1989, yang mengakibatkan 96 kematian.

Goal memiliki semua yang perlu diketahui mengapa The Sun masih diboikot oleh Liverpool, dan mengapa begitu banyak orang di North West masih menolak untuk membelinya.

Apa itu The Sun?

The Sun adalah majalah dan salah satu surat kabar dengan peredaran terbesar di Inggris.

Mereka telah menarik banyak kontroversi sejak didirikan pada tahun 1964, telah berulang kali dituduh memalsukan informasi dan memiliki tajuk berita yang menyesatkan, serta tuduhan sebagai pelaku penyebaran berita palsu.

Sebuah surat kabar yang konservatif dalam beberapa tahun terakhir, The Sun juga telah dituduh memiliki ide-ide ‘kanan’, mendukung xenophobia, menentang imigrasi dan pergerakan bebas di Inggris.

Apa yang terjadi dalam bencana Hillsborough?

Bencana Hillsborough terjadi pada 15 April 1989, saat pertandingan semi-final Piala FA antara Liverpool dan Nottingham Forest. Selama pertandingan, kecelakaan fatal telah menyebabkan 96 orang tewas dan 766 luka-luka, dan sampai saat ini merupakan bencana di stadion terburuk dalam sejarah olahraga Inggris.

Infrastruktur stadion yang lemah, keamanan yang buruk dari petugas polisi pertandingan dan kepadatan yang parah menyebabkan kematian 96 penggemar The Reds di tribun Leepings Lane di Stadion Hillsborough.

Polisi tidak dapat meredakan penggemar Liverpool yang menuju ke tribun Leppings Lane sebelum pertandingan, dengan komandan pertandingan David Duckenfield memutuskan untuk membuka salah satu gerbang keluar dengan maksud untuk mengurangi penumpukan fans.

Namun, ketika dia memerintahkan gerbang dibuka, terlalu banyak pendukung yang diizinkan masuk, menyebabkan banyak orang yang terinjak-injak.

Duckenfield, pada November 2019, dinyatakan tidak bersalah karena kelalian berat yang menyebabkan pembunuhan, tetapi pemeriksaan pada 2016 menemukan bahwa kematian itu melanggar hukum dan melanggar kewajibannya untuk mengurus mereka yang meninggal.

Mengapa fans Liverpool membenci The Sun?

Menyusul peristiwa bencana di stadion itu, polisi menuduh bahwa para penggemar Liverpool yang hadirlah yang menyebabkan tragedi tersebut, menegaskan bahwa para hooligan sedang mabuk.

Kemudian The Sun menerbitkan di surat kabar, dengan halaman depan tentang insiden berjudul “Kebenaran”, empat hari setelah insiden tersebut, di mana mereka juga menuduh para fans Liverpool-lah yang menyebabkan kematian 96 pendukung karena tindakan mereka.

Tiga sub-judul mengikuti judul kontroversial itu, yang terdiri dari: “Beberapa penggemar mengambil isi kantong korban”, “Beberapa penggemar mengencingi polisi dengan berani”, dan “beberapa penggemar memukuli PC, memberikan ciuman kehidupan”.

Surat kabar itu menyatakan bahwa informasi tentang tindakan yang dilakukan oleh penggemar Liverpool tersebut diberikan oleh inspektur polisi Gordon Sykes, di mana dia menyatakan bahwa para fans The Reds telah mencopet orang mati – di samping tuduhan lain oleh petugas polisi yang tidak disebutkan namanya serta anggota parlemen Irvine Patnick.

The Sun kemudian melanjutkan dengan menyatakan bahwa penggemar Liverpool yang mabuk dengan kejam menyerang petugas penyelamat ketika mereka mencoba mengevakuasi para korban dan petugas polisi, pemadan kebakaran dan kru ambulans dipukul, ditendang dan dikencingi.

Liputan The Sun tentang bencana tersebut menyebabkan sebagian besar kota Liverpool memboikot surat kabar itu, dan penjualan mereka turun setelah 1989 dan belum kembali sejak saat itu.

Itu tidak hanya diboikot oleh penggemar Liverpool, tetapi juga pendukung Everton dan mereka yang umumnya berhubungan dengan kota dan klub tersebut.

Kelompok seperti Total Eclipse of he S*n telah melakukan kampanye dan menganjurkan boikot total terhadap surat kabar itu di dalam kota.

Laporan Taylor pada 1990 menyimpulkan bahwa semua tuduhan mabuk dan perilaku kekerasan dari penggemar Liverpool tidak memiliki dasar, menyatakan bahwa sebagian besar penggemar tidak mabuk, atau bahkan sekedar untuk minum.

Liverpool melarang jurnalis dari The Sun memasuki Anfield untuk liputan pers pada tahun 2017, melarang mereka mendapatkan akses pertandingan dan konferensi pers. Everton menyusulnya pada beberapa bulan kemudian di Goodison Park.

Menyusul larangan yang diberikan oleh Liverpool terhadap jurnalis The Sun, Total Eclipse dari grup The S*n mengunggah dalam Twitter: “Selanjutnya untuk percakapan dengan direktur LFC, kami dengan senang hati memberi tahu Anda bahwa jurnalis Sun [tidak akan] lagi menikmati akses ke klub.”

Sudahkan The Sun meminta maaf?

Pada tahun 2005, 15 tahun setelah bencana, The Sun menerbitkan pernyataan resmi: “Kecerobohan dan kesembronoan kami setelah hari-hari paling gelap membuat kesedihan di antara keluarga dan teman-teman mereka semakin sulit untuk ditanggung.”

“Kami sudah lama meminta maaf secara terbuka kepada keluarga korban, teman dan kota Liverpool atas kesalahan kami yang mengerikan. Kami dengan senang hati meminta maaf lagi hari ini: sepenuhnya, terbuka, jujur, dan tanpa syarat.”

Kelvin MacKenzie, editor Sun selama liputan Hillsborough, meminta maaf pada tahun 1993 atas tindakannya, tetapi akhirnya menyalahkan informasi salah yang dia terima dari anggota parlemen Tory: “Saya menyesali kejadian Hillsborough. Itu adalah kesalahan besar.”

“Kesalahanny adalah, saya percaya apa yang dikatakan seorang anggota parlemen. Itu adalah Tory. Jika dia tidak mengatakannya dan kepala pengawas tidak menyetujuinya, kami tidak akan melakukannya.”

Namun pada tahun 2006, dia kembali meminta maaf, mengatakan bahwa dia hanya meminta maaf karena pemilik surat kabar Rupert Murdoch telah membuatnya: “Saya tidak menyesal saat itu dan saya tidak menyesal sekarang.”

From Zero to Perfect: Kisah Kebangkitan Sepakbola Inggris – Goalpedia
Namun pada tahun 2012, setelah publikasi laporan yang membebaskan penggemar Liverpool dari semua kesalahan terkait tragedi itu, MacKenzie mengatakan: “Hari ini saya menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada orang-orang Liverpool atas judul berita tersebut. Saya juga benar-benar disesatkan.”

“Butuh lebih dari dua dekade, 400 ribu dokumen dan penyelidikan selama dua tahun untuk menemukan kengerian saya bahwa itu akan jauh lebih akurat jika asya menulis judul ‘Kebohongan’ daripada ‘Kebenaran’. Saya menerbitkan dengan itikad baik dan saya memintaa maaf jika salah.”

Penggemar Liverpool telah lama menolak untuk menerima permintaan maaf yang dibuat oleh surat kabar dan mantan editor tersebut. (Goal.com/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.