Rabu, 26 Februari 20

Mahkamah Internasional Perintahkan Cegah Genosida Muslim Rohingya!! Tolak Argumen Aung San Suu Kyi

<span class=Mahkamah Internasional Perintahkan Cegah Genosida Muslim Rohingya!! Tolak Argumen Aung San Suu Kyi">
* Sidang Mahkamah Internasional perintahkan cegah genosida muslim Rohingya dan tolak argumen Suu Kyi. (tbsnews.net/Rtr)

Mahkamah Internasional memerintahkan langkah-langkah untuk mencegah genosida terhadap minoritas Muslim Rohingya di Myanmar, dan menolak argumen Aung San Suu Kyi.

Keputusan itu diambil walaupun pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi membela negaranya dengan menolak secara langsung tuduhan itu pada bulan lalu.

Ribuan orang Rohingya tewas dan lebih dari 700.000 orang melarikan diri ke Bangladesh selama aksi penumpasan oleh tentara Myanmar pada 2017. Para penyelidik PBB telah memperingatkan bahwa tindakan genosida dapat terulang kembali.

Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ) atas kasus Rohingya, yang diajukan oleh negara Gambia, negara di Afrika yang warganya mayoritas Muslim, menyerukan tindakan darurat terhadap militer Myanmar sampai investigasi yang lebih lengkap diluncurkan.

Myanmar selalu bersikeras bahwa tindakan itu dilakukan untuk menangani ancaman ekstremisme di negara bagian Rakhine.

Dalam pernyataan pembelaannya, Suu Kyi menggambarkan kekerasan itu sebagai “konflik bersenjata internal” yang dipicu oleh serangan gerilyawan Rohingya di pos-pos keamanan pemerintah.

Namun dalam rubrik opini yang diterbitkan Financial Times, Suu Kyi mengatakan Kamis (23/1), bahwa “kejahatan perang” mungkin telah dilakukan terhadap Muslim Rohingya namun menyanggah terjadinya genosida.

Suu Kyi mengatakan para pengungsi “membesar-besarkan” pelanggaran yang terjadi terhadap mereka. Ia juga mengatakan negara itu juga dapat menghukum para pelaku kekerasan melalui mekanisme dalam negeri negara itu.

Sebagai catatan, para pengungsi Rohingnya yang sejak beberapa tahun terakhir tinggal di kamp-kamp di Cox’s Bazar, Bangladesh, mendesak Mahkamah Internasional menyatakan Myanmar bertanggung jawab atas terjadinya “genosida”.

Mohammed Zobayer, 19 tahun, kepada kantor berita Reuters mengatakan, “Kami menyaksikan perkosaan, penyiksaan dan pembunuhan.”

“Kami saksikan sendiri banyak orang dibunuh. Yang bisa kami lakukan adalah lari menyelamatkan diri ketika rumah-rumah kami dibakar.

“Saatnya sekarang masyarakat internasional bertindak dan meminta pertanggungjawaban Myanmar. Mereka harus bertanggung jawab atas terjadinya genosida terhadap warga Rohingya,” kata Zobayer.

Lebih dari 730.000 warga minoritas Muslim Rohingya menyelamatkan diri ketika militer Myanmar melancarkan operasi militer pada 2017.

PBB mengatakan warga Rohingya dibunuh “dengan niat memusnahkan mereka”. Tindakan militer Myanmar “mencakup pembunuhan massal dan perkosaan”, kata PBB.

Myanmar selalu membantah tudingan genosida dengan alasan bahwa tindakan militer adalah respons atas serangan yang dilakukan oleh kelompok perlawanan Rohingya. Ratusan ribu warga Rohingya kini tinggal di tempat-tempat penampungan pengungsi di Bangladesh selatan.

Myanmar digugat ke Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag — yang sidangnya dimulai hari Selasa (10/12) hingga Kamis (12/12) — oleh negara kecil Afrika barat, Gambia. Myanmar dituduh melakukan genosida terhadap warga Muslim Rohingya.

Dalam persidangan di Belanda ini, Aung San Suu Kyi akan memimpin sendiri tim pengacara Myanmar. Tuntutan yang diajukan di ICJ biasanya memutuskan sengketa antarnegara.

Tahun lalu, PBB mengeluarkan laporan yang mengecam kekerasan di Myanmar, dengan mengatakan para pemimpin militer seharusnya diadili terkait genosida. Pemerintah Myanmar menyangkal tentaranya melakukan kejahatan tersebut. (BBC News Indonesia)

Baca Juga:

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.