Rabu, 12 Agustus 20

Mahfud Sebut 6.000 WNI di Luar Negeri Teridentifikasi Teroris

Mahfud Sebut 6.000 WNI di Luar Negeri Teridentifikasi Teroris
* Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto: Menko Polhukam)

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyebut banyak WNI yang sudah terpapar paham radikalisme. Berdasarkan data yang diperoleh ada sekitar 6.000 WNI teridentifikasi sebagai teroris.

Menurutnya, para foreign terorrist fighter (FTF) tersebut berada di sejumlah negara termasuk di Timur Tengah. “Dari negara Suriah kita punya 187 WNI. Lebih dari 6.000 warga kita di luar negeri sekarang teridentifikasi FTF,” katanya di Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Pemerintah, kata dia, berencana memulangkan para WNI itu untuk kembali ke Indonesia. Namun skema pemulangan masih akan dipikirkan oleh pemerintah. Sebab, jangan sampai kepulangan para WNI ini justru akan membahayakan bagi pemerintah.

“Di berbagai negara itukan harus dibicarakan bagaimana pemulangannya kalau dipulangkan berbahaya atau nggak, dan sebagainya. Nah, itu misalnya kerjasama laut,” katanya.

Pemerintah juga melakukan kerja sama dengan pemerintah negara lain untuk pemulangan para teroris tersebut. Mahfud menyatakan, banyaknya WNI yang terpapar radikalisme merupakan persoalan serius bagi pemerintah untuk melakukan pencegahan.

Terlebih dengan terbunuhnya Mayor Jenderal Qassem Soleimani diprediksi akan menguntungkan Al-Qaeda dan ISIS. ISIS dicap sebagai kelompok teroris yang menjadi ancaman bagi negara-negara lain. Pasalnya selama ini Qassem dan militernya menjadi pihak yang memberantas kelompok teroris itu.

Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta mengatakan Qassem yang tewas karena serangan AS adalah tokoh Iran yang sangat disegani. Dia merupakan sosok yang memberantas terorisme termasuk Al Qaeda dan ISIS di Timur Tengah.

“Tewasnya Jenderal Qassem membawa angin segar bagi kelompok teroris seperti ISIS dan Al Qaeda ini bisa menjadi pemicu bagi sel tidur di Indonesia yang sebagian besar berafiliasi dengan ISIS dan Al Qaeda,” katanya Jumat, (10/1/2020).

Menurutnya pemerintah perlu melakukan pengamanan terhadap Warga Negara Indonesia di Timur Tengah karena berada di wilayah konflik. “Pemerintah perlu menyiapkan skenario-skenario untuk penyelamatan WNI yang berada di Timur Tengah karena jumlahnya cukup banyak,” ujarnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.