Selasa, 19 November 19

Mahfud Nilai Kesaksian Keponakannya di MK Mentah

Mahfud Nilai Kesaksian Keponakannya di MK Mentah
* Mahfud MD. (Foto: dokumentasi pribadi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Tim kuasa hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menghadirkan saksi yang merupakan keponakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Hairul Anas Suaidi. Dalam persidangan perselisihan hasil pemilu di MK, Hairul menilai banyak terjadi kecurangan dalam dunia demokrasi.

 

Baca juga:

Kesimpulan Mahfud MD Usai Melihat Sidang Sengketa Pilpres di MK

Kata Mahfud Penyebutan Garis Keras Justru Pujian untuk Warga Aceh

Kali Ini Fahri Hamzah dan Mahfud Satu Paham Soal KPK

 

Namun, menurut Mahfud, pemahaman yang menyebut bahwa kecurangan adalah hal yang biasa dalam demokrasi merupakan hal yang umum.Penilaian Mahfud ini mengacu pada kesaksian Hairul dalam persidangan yang mengaku pernah mendapat pelatihan dari Tim Paslon 01.

Dalam pelatihan tersebut, Hairul menyampaikan, kecurangan adalah bagian dari demokrasi. Bagi Mahfud kesaksian itu mentah dan tidak menjadi alasan jika pihak 01 melakukan kecurangan terstruktur, sistematis dan masif. Sebab apa yang disampaikan itu bukan bukti melainkan opini.

“Kesaksiannya sih mentah menurut saya. Pertama, dia mengatakan ada pidato dari Moeldoko bahwa di demokrasi itu biasa curang. Semua orang kan bilang begitu. Tidak hanya Moeldoko. Tetapi Moeldoko kan tidak menyuruh orang curang. Hanya bilang bahwa di demokrasi itu biasa terjadi kecurangan, tapi tidak mengajak curang kan,” jelas Mahfud MD di kantor Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Kamis (20/6).

Mahfud juga menyebut bahwa penjelasan mengenai kecurangan merupakan hal umum dalam berbagai literatur demokrasi, termasuk karya Franz Magnis-Suseno hingga buku standar ilmu politik. Menurutnya, kecurangan adalah hal biasa dalam praktik demokrasi namun jangan sampai pelaku politik berlaku curang.

“Tapi etika politik itu tidak ada di lapangan, hanya ada di bangku kuliah. Kan sama dengan mengatakan itu,” katanya.

Namun, Mahfud tidak mempermasalahkan kesaksian keponakannya dalam persidangan di MK yang dihadirkan oleh tim hukum Prabowo-Sandi. Ia bahkan mendorong keponakannya itu untuk berani tampil dan belajar berpolitik.

Dalam kesaksiannya semalam, Hairul menuding pelatihan untuk saksi yang digelar oleh Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin mengajarkan untuk melakukan kecurangan. Pelatihan digelar beberapa bulan sebelum pemungutan suara. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.