Senin, 21 September 20

Mahasiswa UNS Peduli terhadap Penanganan Narkotika

Mahasiswa UNS Peduli terhadap Penanganan Narkotika
* Mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan IPA, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Surakarta, mengunjungi Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), Selasa (26/11/2019). (Foto: BNN)

Jakarta, Obsessionnews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) terus meningkatkan layanan informasi publik dengan membuka kesempatan bagi masyarakat berdialog langsung melalui berbagai kegiatan diskusi. Salah satunya adalah audiensi bersama mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan IPA, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Selasa (26/11/2019). Sebanyak 45 mahasiswa mengunjungi Gedung BNN di Cawang, Jakarta, untuk berdiskusi langsung terkait aktivitas kefarmasian yang dilakukan BNN dalam menunjang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Indonesia.

 

Baca juga:

Masuk Zona Kuning, Sumba Timur Didorong Bentuk Badan Narkotika

Inilah Langkah Bijak Tangani Narkotika di Indonesia

BNN-UNODC Satukan Pandangan Aparat Penegak Hukum dalam Penanganan Kasus Narkotika

 

Kepala Biro Humas dan Protokol BNN Sulistyo Pudjo Hartono dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas kunjungan mahasiswa UNS ke Kantor Pusat BNN. Menurutnya, kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap penanganan narkotika di bidang kefarmasian.

“Ini merupakan upaya kawan-kawan mahasiswa UNS menambah pengetahuan dan informasi penanganan narkoba sesuai dengan program studi yang dipelajarinya,” ujar Pudjo.

Dikutip obsessionnews.com dari siaran pers, Rabu (27/11), dalam kesempatan tersebut Pudjo pun memberikan sedikit gambaran tentang permasalahan narkoba secara global baik di Indonesia maupun di dunia. Menurutnya, dinamika perkembangan narkotika erat kaitannya dengan bidang pendidikan yang dipelajari oleh mahasiswa yang hadir dalam audiensi tersebut.

Senada dengan apa yang disampaikan Pudjo, Kepala Bidang Pengujian dan Pembinaan Layanan Laboratorium BNN Kuswardani menilai bidang kefarmasian memiliki andil yang sangat besar dalam upaya P4GN. Hampir seluruh aspek memiliki keterkaitan dengan aktivitas laboratorium di BNN.

“Seluruh barang bukti hasil tangkapan kami lakukan penelitian dan uji laboratorium. Hasil penelitian ini dapat mempengaruhi regulasi dan arah kebijakan BNN dalam menangani permasalahan narkoba di Indonesia,” katanya.

Kuswardani mengklaim BNN memiliki kompetensi di bidang penelitian dan uji laboratorium narkotika yang tak diragukan. Didukung dengan peralatan yang canggih dan teknologi yang tinggi serta kemampuan SDM yang mumpuni, memungkinkan BNN untuk menjadi pionir dalam pengembangan drugs analysis di Indonesia.

“Kami juga membuka peluang untuk teman-teman mahasiswa yang ingin meneliti narkoba di Pusat Laboratorium Narkotika BNN,” kata Kuswardani.

Diskusi diwarnai dengan sesi tanya jawab yang menarik. Pihak UNS tampak antusias berdialog langsung dengan BNN membahas berbagai upaya dan isue menarik terkait narkoba. Kedua pihak berharap diskusi ini membawa manfaat besar dan menciptakan kesamaan persepsi dalam menyikapi permasalahan narkoba. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.