Rabu, 30 September 20

Mahasiswa UI Menggelar Hari Tari Dunia

Mahasiswa UI Menggelar Hari Tari Dunia

Jakarta, Obsessionnews – Seni dan budaya yang tersebar di Indonesia sangat beragam, unik, dan kreatif. Dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia yang jatuh pada tanggal 29 April 2015, Liga Tari Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Krida Budaya bersama Galeri Indonesia kaya mempersembahkan sebuah pertunjukan tari yang mengangkat kisah kehidupan masyarakat Sumatera bertajuk Cerita Tari Dari Sumatera di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Sabtu (2/5).

“Setiap pulau di Indonesia memiliki keunikannya tersendiri akan tari-tarian daerahnya yang jarang dapat dinikmati secara langsung. Untuk itu, Galeri Indonesia Kaya menggandeng Liga Tari Mahasiswa Universitas Indonesia Krida Budaya untuk memberikan pertunjukan menghibur yang mengandung informasi dan secara langsung mendekatkan kita kepada seni tari yang berasal dari Sumatera ini,” tutur Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation. Sabtu (2/5/2015).

Pertunjukan Cerita Tari Dari Sumatera yang berdurasi 45 menit ini menampilkan sebuah cerita tentang kebiasaan dan kehidupan asli masyarakat Indonesia di pulau Sumatera dan tercermin di setiap tarian yang dibawakan. Sebanyak 12 orang akan membawakan berbagai tarian yang berasal dari Sumatera seperti Tari Selik Tubu (Sumatera Selatan), Tari Sabalah (Sumatera Barat), Rampak Dol, Tari Indang (Sumatera Barat) dan Tari Piring (Sumatera Barat).

“Ini merupakan kali kedua kami dapat tampil di Galeri Indonesia Kaya. Tentunya kami sangat senang akan kesempatan yang diberikan karena dapat memotivasi kami untuk terus mengembangkan dan melestarikan seni tari Indonesia, khususnya tari-tarian berasal dari Sumatera yang masih jarang diketahui masyarakat luas” ujar Doni Armono, Ketua dari Liga Tari Mahasiswa UI Krida Budaya.

Liga Tari Mahasiswa UI Krida Budaya merupakan salah satu untuk kegiatan mahasiswa yang menjadi kebanggaan UI. Selama 32 tahun perjalanannya sejak tahun 1983, berbagai prestasi telah diraih baik tingkat nasional maupun internasional. Tidak hanya kemampuan akademis yang sejatinya dimiliki, tetapi juga kapasitas untuk menjadi motor peradaban melalui hal non-akademis yaitu seni. (Herdianto)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.