Sabtu, 27 November 21

Mahasiswa UGM Unjuk Gigi di Asian Cooperative Program 2016

Mahasiswa UGM Unjuk Gigi di Asian Cooperative Program 2016
* Irvandias Sanjaya.

Yogyakarta, Obsessionnews.com – Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Irvandias Sanjaya, unjuk gigi di Asian Cooperative Program (ACP) 2016 yang berlangsung di Thammasat University, Thailand pada 28 Agustus-8 September 2016. Dias, sapaan akrabnya, meraih dua penghargaan di ajang tersebut, yakni Best Project Presentation  dan  Best Student.

Asian Cooperative Program 2016 merupakan program musim panas yang dimulai sejak tahun 2015 lalu. Kegiatan ini merupakan wujud kerja sama berkelanjutan antara UGM dengan beberapa kampus di kawasan Asia seperti Kansai University of International Studies, Yangoon University of Myanmar dan Thammasat University. Kegiatan tahun ini mengangkat tema “Safety Management” dan dikuti sebanyak 33 mahasiswa dari tiga negara, yakni Indonesia, Thailand, dan Jepang.

“Bangga bisa mengikuti kegiatan ini dan juga meraih dua penghargaan sekaligus,” kata Dias seperti dikutip dari situs resmi UGM, Rabu (14/9).

Dia meraih penghargaan sebagai Best Project Presentation bersama dengan tim setelah mengajukan presentasi berjudul “Holistic Applicative Approachment on Disaster Management (Study case : Thailand’s Flood in 2011) “. Sementara itu, karena keaktifan dan penyampaian berbagai ide kreatif selama berjalannya ACP, Dias terpilih menjadi Best Student dalam ACP.

Selama mengikuti ACP 2016, katanya, seluruh peserta berkesempatan mempelajari studi manajemen keselamatan dan  upaya mitigasi bencana. Misalnya, tentang manajemen air dan banjir di Thailand, manajemen bencana dan lingkungan, serta keselamatan kerja.

Selain memperoleh materi tentang manajemen kebencanaan di kelas, seluruh peserta juga melakukan kunjungan ke beberapa daerah di Thailand. Beberapa di antaranya seperti kawasan resapan banjir di Bang Krachao dan daerah Amphawa yang dikelilingi dengan banyak sungai besar.

“Di sana kami berinteraksi langsung  dengan masyarakat lokal, belajar bagaiman cara mereka mengantisipasi bencana banjir yang kerap melanda daerah tersebut,” tutur mahasiswa angkatan 2013 ini.

Dias mengaku mendapat banyak pengalaman dan wawasan saat mengikuti ACP 2016. Dia berharap nantinya dengan pengetahuan yang diperoleh bisa memberikan kontribusi ke masyarakat dalam pengembangan penelitian, eksplorasi kebencanaan dan mitigasi bencana di Indonesia. (@arif_rhakim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.