Rabu, 8 Desember 21

Mahasiswa UGM Ciptakan Permen Cegah Bau Mulut Saat Puasa

Mahasiswa UGM Ciptakan Permen Cegah Bau Mulut Saat Puasa

Yogyakarta, Obsessionnews – Saat menjalani ibadah puasa, umumnya timbul masalah bau mulut tidak sedap. Kemudian masalah karies dan periodonsium merupakan penyakit gigi penyebab bau mulut. Persoalan ini menginspirasi lima mahasiswa UGM, membuat permen karet untuk mengatasi masalah tersebut.

Lima mahasiswa UGM itu Astiti Wahyu Murti, Novaria, Sofia Maulida, dan dua mahasiswa Fakultas Farmasi UGM yaitu Surya Yuli Astuti dan Retika Gien Syaputri untuk menciptakan suatu produk untuk mengatasi persoalan tersebut.

Mereka membuat anti plak gigi dan bau mulut yang dinamai Salvadora Perisca Gum atau “Savica Gum”.

“Savica Gum merupakan produk permen karet inovatif yang mengandung ekstrak siwak dari tumbuhan Salvadora persica,” jelas Retika, Senin (6/6) di Kampus UGM, seperti dilansir laman UGM.ac.id.

baca juga:

Menristek Buka Harteknas

Cegah Ijazah Palsu, Ristekdikti Terapkan Online

Kemenristekdikti Danai 15.000 Judul Riset

 

Retika mengatakan Savica Gum ini bisa menjadi alternatif solusi herbal penghilang plak gigi dan bau mulut. Dikemas dalam bentuk yang praktis sehingga dapat digunakan dimanapun dan kapanpun.

Savica Gum bisa bekerja secara efektif untuk menghilangkan plak gigi karena formulanya sebagai permen karet. Seperti diketahui, permen karet adalah salah satu bentuk sarana pengendalian plak secara mekanis. Adanya gerakan pengunyahan pada permen karet dapat meningkatkan aliran saliva dalam rongga mulut.

“Peningkatan produksi saliva dapat mengurangi endapan sisa makanan di permukaan gigi,” tuturnya.

Sedangkan kandungan ekstrak siwak didalamnya mengandung mineral-mineral alami yang dapat membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri. Selajn itu mengikis plak, mencegah gigi berlubang, serta memelihara gusi.

“Siwak merupakan salah satu pembersih mulut alami yang telah digunakan sejak berabad-abad lalu,” jelas Retika.

Dikatakan Retika, Savica Gum ini berpotensi untuk diproduksi masal. Dengan begitu, dapat dimanfaatkan sebagai alternatif dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia. @reza_indrayana

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.