Sabtu, 10 Desember 22

Mahasiswa Nagoya University Aplikasikan Teknik Genome Editing Anggrek di UGM

Mahasiswa Nagoya University  Aplikasikan Teknik Genome Editing Anggrek di UGM
* Dua mahasiswa program master asal Nagoya University, Jepang, melakukan riset tentang genome editing untuk rekayasa genetika anggrek di Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat (31/8/2018). (foto: Humas UGM)

Dua mahasiswa program master asal Nagoya University, Jepang melalui pogram JSPS-DGHE  Bilateral Joint Research Project dari Japan Society for Promoting Science Bilateral Joint Research  Program (JSPS-BJRP) 2018 melakukan riset tentang genome editing untuk rekayasa genetika anggrek di Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Mereka adalah Kana Ninomiya mahasiswi program master di Graduate School of Bioagricultural Science  dan Yuki Asano mahasiswa program master pada Graduate School of Science.

Keduanya berkesempatan melakukan penelitian rekayasa genetika  mengaplikasikan teknik genome editing dalam rekayasa genetika anggrek selama 2 minggu, sejak tanggal 18 hingga 31 Agustus 2018.

Diseminasi Kegiatan Research Exchange dilakukan pada hari Jumat (31/8/2018) di Ruang Sidang Lantai 3 Gedung A Fakultas Biologi UGM yang dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan Aset dan SDM Fakultas Biologi UGM, Dr. Niken Satuti Nur Handayani, M.Sc. Saat membuka, Dr. Niken menyatakan bahwa acara ini dapat menjadi sarana mempererat kerjasama Internasional antara Fakultas Biologi UGM dan Graduate School of Science dan Graduate School of Bioagriculture Nagoya University.

Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. dari Laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi UGM menjelaskan program research exchange ini merupakan salah satu bentuk tindak lanjut dari kerja sama penelitian antara UGM dengan Nagoya University yg sudah dirintis sejak tahun 1995 silam.

“Dua mahasiswa dari Nagoya University ini datang ke Fakultas Biologi UGM untuk mengaplikasikan teknik genome editing dalam rekayasa genetika,” ungkapnya, Jum’at (31/8) di sela-sela diseminasi kegiatan  JSPS Research Exchange di kampus setempat.

Endang menyebutkan bahwa teknik genome editing merupakan salah satu metode terbaru dalam pengembangan biologi molekuler dalam rekayasa genetika. Teknik ini dilakukan menggunakan sistem CRISPR/Cas 9 yang efektif untuk memotong gen-gen pemghambat pertumbuhan dan pembungaan sehingga  menghasilkan tanaman anggrek yang cepat berbunga.

Penelitian tentang teknik genome editing dalam rekayasa genetika anggrek menggunakan CRISPR/Cas 9 merupakan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Endang Semiarti dengan menggandeng peneliti Nagoya University yakni Dr. Yasushi Yoshioka dan Prof. Dr. Shogo Matsumoto. Penelitian tersebut berhasil mendapatkan dana hibah dari JSPS-BJRP 2017-2019 (3 tahun).

Pada tahun ke dua ini, Selain research exchange, juga digelar kuliah tamu yang diisi oleh Prof Matsumoto yang memaparkan pengalaman risetnya dalam merekayasa tanaman hortikultura khsususnya apel dan anggrek pada (21/8) di Auditorium F. Biologi UGM.

Sebelumnya tim JSPS- BJRP juga berkesempatan melakukan kunjungan ke lokasi Konservasi Anggrek Merapi di Area Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) di Desa Turgo, Taman Keanekaragaman Hayati di Telaga Sengon dan Gunung Bajo, Purwodadi, Tepus, yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Indah pada tanggal 19 dan 20 Agustus yang lalu. (Humas UGM/Ika)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.