Jumat, 22 Oktober 21

Mahasiswa Galang Koin di Kantor BPJS, Cinta Untuk Khiren

Mahasiswa Galang Koin di Kantor BPJS, Cinta Untuk Khiren

Padang, Obsessionnews – Aksi penggalangan dana dengan cara pengumpulan koin yang digelar aktivis mahasiswa Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), di depan BPJS Jalan Khatib Sulaiman Kota Padang, Sumbar membuat arus lalu lintas terganggu.

Aliansi Tiga Negara Nan Sabaris dari Fisisp, Ilmu Budaya dan Hukum Unand itu mulai menggelar aksi pengumpulan koin sekitar pukul 10:00 WIB. Sambil mengumpulkan koin dari pengendara, sekaligus mahasiswa berorasi, sehingga membuat arus lalu lintas terganggu.
Terpantau arus lalu lintas terganggu terutama dari arah Jalan Hamka menuju Jalan Sudirman.

Aksi itu digelar mahasiswa untuk pasien BPJS bernama Khiren dalam rangka membantu beban orangtuanya yang sudah berutang kepada pihak rumah sakit, akibat klaim ditolak BPJS. BPJS menolak klaim yang diajukan orangtua Khiren, karena orangtua Khiren tidak menandatangai Surat Eligibilitas Peserta (SEP) saat pengurusan berkas jelang operasi.

Usai berorasi di depan Kantor BPJS, mahasiswa bergerak ke sembilan titik di Kota Padang yang menjadi tempat pengumpulan koin.

aksi koin2

Koordinator Aliansi Tiga Negara Nan Sabaris, Dwi Indra Kurniawan mengatakan, aksi penggalangan dana untuk Khiren hari ini dilakukan, setelah aktivis Aliansi Tiga Negara Nan Sabaris mahasiswa dari Fisip, Fakultas Ilmu Budaya, Hukum Unand menggelar acara yang sama di kampus mereka, Limau Manih.

Dwi Indra Kurniawan mengatakan, sejumlah tempat pengumpulan koin yang dilakukan Rabu (12/8), di depan Kantor BPJS Jalan Khatib Sulaiman, depan Kantor Gubernur Sumbar, simpang Bypass, Ketaping, simpang Bypass Lubeg, simpang lampu merah kantor pos, simpang Pasar Alai dan depan Mesjid Raya Sumatera Barat serta depan kantor DPRD Sumbar.

Gerakan Cinta Untuk Khiren, Koin Untuk BPJS yang digelar aktivis mahasiswa Rabu (12/8) setelah mereka menggelaraksi yang sama pada Selasa (11/8) di kampus mereka Limau Manih. Total koin yang terkumpul sebesar Rp8,6 juta.

Gerakan kemanusiaan itu digelar mahasiswa untuk melunasi tanggungan yang dibebankan kepada orangtua Khiren, Syaifudin dan Dwi Anggraini selama berobat di salah satu rumah sakit di Jakarta. Utang yang mesti dilunasi orangtua pasien yang didiagnosa dokter mengalami gangguna jantung itu sebesar Rp124,8 juta. Orangtua Khiren berutang ke rumah sakit, karena klaim ditolak BPJS, akibat Surat Eligibilitas Peserta (SEP) tidak ditandatangai orangtua Khiren, sehingga Khiren dianggap sebagai pasien umum.

Sementara itu, orangutau Khiren, Syaifuddin kepada obsessionnews.com mengaku tidak menandatangi SEP dalam jangka waktu yang ditentukan selama 3×24. Orangtua Khiren tidak sempat menandatanginya selama batas waktu yang ditentukan, karena fokus menghadapi anak mereka jelang operasi.

Diketahui Khiren mengalami gangguan jantung sejak 20 hari sejak lahir pada 22 Juli 2014 lalu. Khiren Humaira Islami, anak dari pasangan Syaifuddin Islami dan Dewi Anggraini. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.