Kamis, 2 Desember 21

Mahasiswa dan Pemuda Aceh Kecam Panglima TNI

Mahasiswa dan Pemuda Aceh Kecam Panglima TNI
* Azwar AG

Banda Aceh, Obsessionnews – Menyangkut pernyataan Panglima TNI Jenderal Moeldoko di media massa terkait terbunuhnya dua anggota TNI di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Mahasiswa dan Pemuda Peduli Perdamaian Aceh ([email protected]) mengecam sikap TNI yang berlebihan dalam pengawasan keamanan di Aceh.

“Panglima TNI mengeluarkan statemen ambigu dan memperkeruh suasana. Untuk apa memberi komando cari pelaku sampai dapat? Bukankah hal itu ranah kepolisian? Aceh ini negeri hukum, serahkan kepada polisi sebagai penegak hukum. Moeldoko tidak boleh gegabah,” ujar Kordinator [email protected] Azwar AG kepada obsessionnews.com, Senin (30/3).

Menurut Azwar, Aceh sedang membangun daerah pasca dihantam konflik 32 tahun dan juga disapu tsunami 2004. Oleh karena itu ia meminta TNI harus bersikap arif mengenai isu Aceh ini.

“Panglima TNI dan Menteri Pertahanan (Menhan) seharusnya saling berkomunikasi. Masak Menhan menyampaikan ke publik bila terulang pembunuhan Aceh akan dijadikan daerah operasi militer (DOM) lagi? Dan Panglima TNI mengatakan pelaku pembunuhan dua tentara itu terkait dengan mantan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). It’s not fair, dan ini bertentangan dengan semangat perdamaian. Apakah di zaman modern ini Panglima TNI mau membawa Aceh ke ladang konflik lagi? Kapan Aceh akan maju kalau perang terus? Panglima TNI harus membaca lagi Memorandum of Understanding (MoU) Helsinky,” ujar Azwar.

Dia mendesak Panglima TNI memerintahkan Pangdam Iskandar Muda untuk segera menarik semua anggota TNI yang berada di Nisam, Aceh Utara. Tidak ada alasan TNI akan melakukan latihan di daerah itu, karena hal ini bisa mengganggu kenyamanan masyarakat yang belum sembuh akibat konflik yang berkepanjangan. (Agung Sanjaya)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.