Minggu, 25 September 22

Breaking News
  • No items

Mafia Listrik Pintar Direstui Negara

Mafia Listrik Pintar Direstui Negara

Jakarta, Obsessionnews – Beberapa waktu lalu, Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli sempat menyatakan ada aksi mafia dalam program listrik pintar. Sebab ketika masyarakat membeli pulsa setrum senilai Rp 50 ribu, tertera hanya Rp 30 ribuan saja di meteran.

“Itu mafianya betul, tapi itu mafia oleh negara. Dalam token ada empat pungutan dan dilegalkan negara. Kecuali biaya administrasi negara,” kata Tulus Abadi dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) kepada obsessionnews.com di gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (1/11).

“Ketika beli dengan eceran dikutip berkali-kali. Kenapa harus konsumen yang menanggung. Ini mafia dan mestinya konsumen digratiskan dan bebankan ke PLN,” lanjut dia.

Senada dengan Tulus, Ramson Siagian anggota komisi 7 DPR RI mengatakan, setiap pembelian pulsa biaya administrasi dan pajak penjualan dibebankan ke masyarakat. Akibatnya, semakin kecil angka pembelian pulsa listrik maka makin besar potongannya.

“Belum dibuat sistem yang memproteksi. Jadi disama-ratakan biayanya. Artinya, beli dalam nilai besar atau kecil biayanya (potongannya) sama saja,” kata dia.

Dalam pandangannya, Rizal Ramli menyebutkan pembelian pulsa listrik sebaiknya sama seperti membeli pulsa telepon. Artinya, ketika masyarakat membeli Rp 10 ribu, mereka tetap mendapatkan nilai Rp 10 ribu juga. (Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.