Minggu, 26 September 21

Mafia Ikan Disikat, Sektor Keuangan Lumayan Terdongkrak

Mafia Ikan Disikat, Sektor Keuangan Lumayan Terdongkrak

Jakarta, Obsessionnews –  Jika praktik mafia ikan berhasil disikat habis, diperkitakan pertumbuhan sektor kelautan dan perikanan bakal terdongkrak naik. Belum lagi, impor bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan turun sebab penggunaannya oleh kapal besar berkurang.

“Pemberantasan ilegal fishing sudah memberikan dampak positif dari data statistik. Intinya bukan hanya merugikan negara tetapi juga saya confirm kepada Menteri ESDM saat rapat kabinet, impor BBM juga turun 30%,” kata Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan di kantornya di Jakarta, Senin (18/5), usai Konferensi Pers terkait pertumbuhan PDB sektor kelautan dan perikanan triwulan 1 tahun 2015.

Menurut Susi, pemberantasan ilegal fishing juga berdampak pada pertumbuhan sektor perikanan. Pada triwulan IV 2014, tumbuh 7,46% dan triwulan I 2015 naik 8,64% ketika sektor lain mengalami perlambatan.

Sekedar catatan, pemberantasan ilegal fishing yang digaungkan Susi berkutat pada moratorium perizinan kapal eks asing, pelarangan transhipment hingga pengharaman penggunaan alat tangkap tak ramah lingkungan.

Sementara itu, kepala Badan Pusat Statistik (BPS) dalam konfrensi pers di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebutkan kinerja sektor perikanan pada triwulan I tahun 2015 tumbuh 8,64%. Tetapi, jika dilihat per kuartal justru sektor ini defisit 2,81% lantaran cuaca buruk dan nelayan enggan melaut.

Selain itu, nilai ekspor ikan pada 2014 juga naik menjadi US$ 3,11 milyar dari US$ 2,8 milyar di tahun sebelumnya.

Pada periode Januari-April 2015, ekspor ikan sudah menyentuh angka US$ 906 juta. Sedangkan jumlah impor ikan sepanjang 2013 sebesar US$ 216 juta, 2014 US$ 209 juta, dan Januari-April 2015 US$ 67,42 juta. (MBJ)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.