Jumat, 6 Desember 19

MA Perberat Hukuman Rusli Zaenal

MA Perberat Hukuman Rusli Zaenal

Jakarta – Mahkamah Agung (MA) memperberat hukuman kepada mantan Gubernur Riau Rusli Zaenal dari 10 tahun penjara menjadi 14 tahun penjara. Mahkamah menilai terdakwa kasus korupsi PON Riu dan Kehutanan ini telah menyalahgunakan kewenangannya sebagai penyelenggara negara.

Politisi Partai Golkar, itu pada pengadilan tingkat pertama tindak pidana korupsi divonis 14 tahun penjara, ia kemudian mengajukan kasasi ke Pengadilan Tinggi Riau dan dikurangi hukumnya 4 tahun penjara, menjadi 10 tahun penjara.

“Mengembalikan vonis pengadilan tingkat pertama yang telah menghukumnya selama 14 tahun penjara,” ujar seorang anggota hakim majelis kasasi Krisna Harahap, Senin (17/11/2014).

Selain itu, majelis hakim juga meminta kepada Rusli untuk membayar denda Rp 1 miliar. Dalam pertimbangannya, Ruzli diperberat hukumnya karena sekaligus untuk mengakomodir keinginan jaksa yang meminta agar hukuman kepada Rusli diperberat.

‎Tidak hanya itu sebagai pejabat negara,‎ hak politik Rusli juga dicabut oleh majelis hakim. Menurut Krisna, hal itu dilakukan agar Rusli tidak diberi kesempatan untuk menduduki lagi jabatan publik, karena ia sendiri tidak bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dengan kasus korupsinya. “Kita juga cabut hak politiknya,” terangnya.

Dalam kasus ini, Rusli‎ disebut terbukti menyalahgunakan wewenang dengan mengeluarkan izin kehutanan terhadap sembilan perusahaan yang merugikan negara Rp 265 miliar. Ia juga terbukti memberikan suap kepada sejumlah anggota DPR sebesar Rp 900 juta. Rusli juga menerima uang Rp 500 juta dari kontraktor pembangunanvenue PON.

Atas perbutanya itu, Rusli dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1. (Abn)

 

Related posts